Scuba Diver (Indonesian)

KELERENG BIRU

-

FOTO IKONIK INI SELAMANYA mengubah cara orang melihat rumah kita. Biasanya dikenal sebagai foto “Kelereng Biru”, ini merupakan salah satu foto yang paling sering direproduk­si (bahkan memiliki laman Facebook sendiri). Ini adalah foto lengkap planet bundar berwarna biru dan hijau yang paling pertama; sejauh ini, Bumi merupakan satu-satunya planet di alam semesta yang diketahui memiliki bentuk kehidupan yang kompleks. Foto ini juga satu-satunya foto penampakan utuh Bumi yang pernah diambil oleh manusia.

FOTO INI DIAMBIL pada 7 Desember 1972 dari jarak 45.000 km oleh kru Apollo 17 (astronot Eugene A. Cernan, komandan; astronot Ronald E. Evans, pilot pengendali modul; dan astronotil­muwan Harrison H. Schmitt, pilot lunarmodul­e) pada misi berawak terakhir ke bulan. Ini adalah satu-satunya misi yang mengizinka­n para astronot melihat planet Bumi secara keseluruha­n. Anda tidak dapat melihat Bumi sebagai sebuah bola lengkap kecuali berjarak minimal 20.000 mil dari bumi, dan hanya 24 manusia yang pernah bepergian sejauh itu ke luar angkasa. Namun, untuk melihat Bumi sebagai sebuah bola yang diterangi cahaya matahari, Anda perlu melalui satu titik yang sempit dan spesifik di antara Bumi dan matahari. Sebagian besar orang yang terbang dalam misi ke bulan hanya pernah melihat Bumi dan bulan setengahny­a tertutup bayangan.

NASA BIASANYA MENGANGGAP para kru yang mengambil semua foto-foto semasa misi sehingga sampai sekarang tidak ada seorang pun yang tahu siapa dari ketiga astronot tersebut yang sebenarnya memencet kamera. Identitas pemotret tetap menjadi kontrovers­i dan diisukan sebagai sumber ketegangan dan perpecahan di antara kedua anggota kru yang masih hidup. boleh mengambil foto–23 film (12 berwarna dan 11 hitam-putih) untuk kamera Hasselblad 70 mm dibatasi, dan setiap sesi foto dijadwalka­n dengan ketat hanya untuk tujuan dokumentas­i ilmiah.

TETAPI SETIAP ORANG yang telah pergi ke luar angkasa menjelaska­n pengalaman yang menggerakk­an dan mengubah hidup mereka setelah melihat dunia berwarna biru-hijau kita melayang melalui angkasa yang gelap, sebuah titik kehidupan di ruang hampa tersebut. Mereka berbicara tentang pergeseran perspektif yang datang dari meninggalk­an Bumi dan melihatnya dalam satu keutuhan, sebuah oasis kehidupan di dalam kegelapan, sebuah tempat yang sangat berharga; sikap mereka terhadap tempat tinggal kita pun selamanya berubah.

MAKA, TIDAKLAH MENGEJUTKA­N ketika 5 jam setelah Apollo 17 meluncur ke angkasa, salah satu kru melihat keluar jendela dan terdorong untuk mengambil gambar. Potret Kelereng Biru adalah foto kedua dan tertajam di dalam serial yang terdiri dari 4 foto yang mereka ambil, masingmasi­ng berjarak satu menit.

SEKEMBALIN­YA KE BUMI foto tersebut menjadi sensasi global, dan dicetak pada halaman depan hampir setiap koran di seluruh dunia.

CERNAN DIKUTIP di dalam koran AS, The Atlantic: “Anda harus mencubit diri Anda dan bertanya dalam diam: Apakah Anda tahu di mana Anda berada saat ini di ruang ini, ketika Anda bisa melihat keluar jendela dan menatap bintang paling indah di surga. Anda bisa melihat dari satu kutub ke kutub lain, melintasi samudra dan benua, dan Anda bisa melihat planet kita berputar tanpa digantung seutas tali, dan pergerakan­nya dalam gelap hampir di luar nalar kita. PARA ASTRONOT BAHKAN SEBENARNYA tidak

 ??  ??

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia