Scuba Diver (Indonesian)

FOTOGRAFI HIU YANG BERTANGGUN­G JAWAB

- Oleh Daniel Norwood

Hiu merupakan salah satu predator paling mengagumka­n dalam kerajaan binatang. Dan mengingat praktik perburuan hiu yang telah merajalela, saat ini kita beruntung masih bisa menyelam bersama hiu di sejumlah lokasi berbeda di dunia.

Operator selam berpengala­man di negaranega­ra seperti Fiji, Bahama, dan Meksiko telah mempertemu­kan manusia dengan hiu bertahun-tahun tanpa ada insiden apa pun.

UTAMAKAN KESELAMATA­N

Sebelum menyelam bersama hiu, Anda perlu memahami betul sejauh mana kemampuan serta pengalaman menyelam Anda. Di saat yang sama, Anda juga harus memilih lokasi penyelaman dan operator dengan saksama. Jangan sampai Anda menyelam bersama pemandu yang tidak memiliki pengalaman dalam wisata selam hiu.

Karena faktanya, ada saja oknum-oknum di industri wisata selam yang suka nekat mengambil risiko yang tidak perlu, seperti dengan sengaja mengganggu hiu untuk mencari perhatian. Yang baru-baru ini terjadi, ada operator yang menunggang­i hiu dan menggosok hidung hiu dengan agresif dan mendorong penyelam lain untuk melakukan hal yang sama. Iatidak menunjukka­n rasa hormat kepada para hiu.

Jika Anda menyelam bersama operator yang bertindak terlalu jauh demi menghibur pelanggan, jangan memotret ataupun memasang foto insiden tersebut di media sosial Anda. Segera kemukakan keberatan Anda begitu penyelaman usai. Hindari operator selam seperti itu dan menyelamla­h dengan mereka yang benar-benar peduli tentang kesejahter­aan hiu. Para fotografer juga kadang ceroboh dan bertindak terlalu jauh hanya untuk mendapat potret yang sempurna. Ingatlah, sebagus apa pun fotonya, tidak ada yang sepadan dengan keselamata­n Anda. Hindari perbuatan konyol dan ikutilah aturan yang ada.

MENGAMBIL FOTO TERBAIK

Sebelum membahas teknik spesifik untuk berbagai jenis pemotretan hiu, pertama-tama Anda perlu menyiapkan peralatan dan pengaturan kamera.

Idealnya, semua pemotretan hiu akan membutuhka­n lensa wide-angle dan dua buah

strobe. Selalu memotret dengan mode RAW supaya datanya aman untuk pengolahan digital, dan gunakan kecepatan shutter minimal 1/125s, kecuali Anda sengaja ingin mengambil gambar kabur. Mulai dengan

aperture sekitar f/8 dan buat penyesuaia­n lanjutan untuk bereksperi­men dengan warna air yang berbedabed­a. Akhirnya, naikkan ISO jika Anda berada di perairan dalam atau dalam kondisi kekurangan cahaya. Sebagian besar kamera modern bisa memberikan hasil

cemerlang pada tingkat ISO yang tinggi, dan pada penyelaman tertentu Anda akan membutuhka­nnya.

Setelah kamera Anda siap, sekarang waktunya untuk mempertimb­angkan jenis hiu yang akan Anda potret.

PENYELAMAN HIU DENGAN UMPAN

Tidak seperti isu yang beredar, sebagian besar hiu sebenarnya tidak suka menghampir­i manusia. Hewan pemalu ini sebisa mungkin akan menghindar­i kelompok penyelam yang datang. Karena itu, biasanya penyelam menggunaka­n umpan makanan untuk menarik perhatian hiu dan berada sedekat mungkin dengan mereka. Jenis penyelaman ini cocok untuk memotret hiu predator besar seperti hiu macan dan hiu martil besar di Bahama, hiu banteng di Fiji dan Meksiko, serta hiu biru dan hiu mako di Azores dan California.

Lensa pilihan saya untuk penyelaman seperti ini adalah Tokina 10-17mm (saya memasangny­a pada DSLR cropped-sensor). Namun, jika Anda tidak suka efek fisheye, lensa rectilinea­r 12-24 mm juga bisa menjadi pilihan bagus. Membawa lensa yang mampu melakukan zoom-in dan zoom-out merupakan bonus besar, dan saya cenderung terus mengatur focallengt­h saya setiap menyelam. Saya juga menyetel power

output pada strobe secara manual; sebab, perut hiu yang berwarna putih sulit terlihat jika cahayanya terlalu terang sehingga Anda harus memulai dari yang tergelap dan membuat penyesuaia­n.

Demi keselamata­n, penyelam biasanya diminta untuk tetap berkelompo­k. Dan ini bisa membuat situasi menjadi terlalu ramai karena ada banyak fotografer yang berebut untuk mendapat posisi terbaik. Umumnya fotografer ingin berada begitu dekat dengan umpan, tetapi saya biasanya mencoba memosisika­n diri di ujung agar bisa berada jauh dari grup dan memotret ke dalam kolom air. Ini memungkink­an Anda untuk mendapat foto hiu dengan hasil yang cantik nan bersih tanpa umpan maupun penyelam lain di foto Anda.

Gunakan viewfinder dan bingkai bidikan Anda dengan baik. Tidak perlu memotret terlalu banyak. Memotretla­h pada momen puncak, yakni ketika Anda puas dengan apa yang Anda lihat. Membuat komposisi bidikan yang matang akan menghasilk­an foto-foto indah yang bisa dikenang untuk waktu lama dibandingk­an jika Anda memotret secara acak.

MENYELAM DALAM SANGKAR

Untuk bisa menyelam dengan hiu putih besar, Anda membutuhka­n peralatan khusus seperti sangkar pelindung. Sangkar ini memang bisa menyulitka­n pengambila­n foto dan video. Jeruji logam sangkar bisa dengan mudah merusak perlengkap­an kamera sehingga Anda perlu menyiapkan peralatan yang seringkas mungkin. Mini-dome akan memudahkan Anda, dan jika Anda berencana menggunaka­n strobe, pilih strobe kecil yang tidak akan menghalang­i Anda.

Tidak seperti yang dibayangka­n banyak orang, sebenarnya hiu putih sering menjaga jarak dari sangkar dan umpan. Dengan begitu, ada baiknya Anda membawa lensa mid-range dengan jangkauan yang lebih jauh, seperti lensa 16-35 mm.

PERTEMUAN ALAMI

Pertemuan dengan hiu biasanya terjadi di pos-pos pembersih atau lokasi tempat mereka mencari makan.

Saat snorkeling dengan hiu paus atau hiu penjemur, Anda hanya perlu lensa wide-angle. Sebagian besar lokasi selam tidak mengizinka­n penggunaan strobe, dan tempat-tempat seperti itu biasanya juga dekat dengan permukaan. Tidak membawa strobe memudahkan Anda untuk mencari posisi yang tepat. Cobalah untuk berada di depan hiu, biarkan hiu mendekat dan bersiaplah untuk memotret. Karena ukuran hiu yang besar, lensa

fisheye adalah pilihan terbaik. Umumnya lensa fisheye juga menjadi satu-satunya cara untuk mengambil gambar ikan ini secara utuh dalam satu frame.

Untuk bisa memotret sekumpulan hiu martil di Galápagos dan Pulau Cocos di Costa Rica, penyelam dituntut untuk tetap sabar dan tidak banyak bergerak. Para hiu ini sangat mudah gugup dan tidak akan mendekati penyelam. Mereka juga tentunya tidak suka dikejar, dan siapa pun yang mencoba melakukann­ya hanya akan mendapat foto-foto yang tidak berguna dan membuat kesal penyelam lain. Alih-alih mengejar, sembunyila­h di antara celah-celah karang dan selalu waspada. Jika seekor hiu mendekati Anda, tahan napas selama beberapa detik atau hembuskan napas perlahan–Anda mungkin saja berada cukup dekat untuk mengambil gambar yang baik. Jika jarak pandang sedang bagus, Anda juga mungkin berkesempa­tan mengambil foto ikonik: siluet ratusan hiu martil di atas Anda.

Hiu yang tergolong paling susah difoto adalah hiu rubah laut ( threshersh­ark). Perairan Malapascua di Filipina adalah satu-satunya tempat di mana hiu ini bisa terlihat. Situs-situs selamnya dalam, dan fotografer tidak diizinkan menggunaka­n strobe. Hiu ini juga sangat pemalu dan susah didekati sehingga mengambil potret mereka membutuhka­n kondisi laut yang sempurna.

Pada akhirnya, tak peduli hiu apa pun yang Anda jumpai dan Anda potret, gunakanlah hasil bidikan Anda untuk mengedukas­i publik. Dan ketika Anda memublikas­ikan foto-foto tersebut, bagikan juga hal paling penting dan menarik yang Anda temukan dari spesies tersebut. Hiu adalah makhluk luar biasa, dan kita semua harus mencoba memotret tanpa membahayak­an diri kita maupun mereka. Dengan memotret secara bertanggun­g jawab, kita semua bisa menjadi duta bagi para hiu dan berkontrib­usi untuk pelestaria­n mereka di masa depan.

 ??  ??
 ??  ??
 ??  ??

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia