efek puasa pada Tubuh

Bulan Puasa adalah bulan istimewa. Bukan saja karena nilai spiritualnya tetapi juga karena efeknya terhadap fisik dan mental kita. Perubahan pola makan yang sangat drastis akan mempengaruhi hampir semua organ tubuh kita mulai dari saluran cerna, peredaran

SEDAP - - Halaman Depan - TEKS M. SHOLEKHUDIN • ILLUSTRASI ISTIMEWA • VISUAL KHARISMA

LaMBuNG

Selama seharian penuh lambung akan kosong. Pada bulan-bulan biasa, kondisi perut kosong bisa langsung memicu kenaikan asam lambung dan menyebabkan sakit mag. Tapi efek buruk ini tidak terjadi selama puasa karena otak sudah memberi tahu lambung bahwa makanan hanya akan masuk lagi ke dalam lambung pada petang hari. Kondisi perut kosong yang terprogram seperti ini justru bisa melatih lambung kita menjadi lebih kuat sehingga tidak mudah sakit mag. asalkan tidak disertai sakit mag yang sudah parah, puasa bisa dilakukan siapa saja.

CaDaNGaN GuLa

Makanan yang kita santap saat sahur kira-kira sudah akan habis sebelum jam makan siang. Setelah itu, tidak ada penyerapan makanan lagi sampai petang hari. Kondisi ini akan menyebabkan suplai energi menjadi terhambat. Karena tidak mendapat pasokan energi dari perut, otot akan mencari sumber energi dari cadangan gula yang disimpan di otot dan hati. Perubahan ini akan menyebabkan tubuh menjadi lebih terlatih menggunakan sumber energi alternatif. Efek positifnya, metabolisme gula akan menjadi lebih baik. Itu sebabnya puasa pada orang sehat justru bisa mencegah kemungkian diabetes.

TIMBuNaN LEMaK

Walaupun dalam keadaan puasa, tubuh kita setiap detik membutuhkan energi. Kalau energi dari cadangan gula ternyata tidak mencukupi, tubuh akan mencari sumber energi yang lain, yaitu cadangan lemak. Ini adalah efek baik karena bisa mengurangi timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan maupun tinggi lemak dan tinggi kolesterol. Tapi efek baik ini hanya akan terjadi kalau kita memang benarbenar berpuasa (mengurangi makanan), tidak sekadar memindahkan jam makan dari siang ke malam. Kalau di malam hari kita makan dalam jumlah banyak, kita tidak akan mendapatkan efek penurunan lemak dan kolesterol ini.

OTOT

Jika cadangan gula dan timbunan lemak sudah habis dibakar menjadi energi, tubuh akan mencari sumber energi lain, kali ini adalah massa otot. Kondisi ini akan terjadi kalau selama bulan Puasa kita hanya makan sangat sedikit di malam hari. Otot kita tersusun dari protein dan

lemak yang sama-sama bisa dibakar menjadi energi. Pada orang yang mengalami obesitas, efek ini terhitung efek menguntungkan karena bisa menurunkan berat badan secara signifikan. Tapi pada orang yang berat badannya ideal, kondisi ini menyebabkan badannya menjadi lebih kurus. artinya, gizi makanannya di malam hari perlu ditambah.

uSuS BESar

Selama bulan Puasa, kita biasanya mengalami dehidrasi di siang hari. Selain menyebabkan badan lemas, kekurangan cairan juga bisa menyebabkan kesulitan buang air besar (BaB), apalagi jika menu sahur dan berbuka hanya mengandung sedikit serat. Ini salah satu efek kurang menguntungkan dari puasa. Tapi efek ini bisa kita kurangi dengan cara memperbanyak makan sayur dan buah serta minum air di malam hari.

OTaK

Puasa tak hanya kegiatan fisik melainkan juga olah mental dan spiritual. Bahkan, kegiatan mental spiritual ini sebetulnya lebih penting. Puasa tidak hanya mengurangi makanan tapi juga mengendalikan pikiran. Saat perut lapar, otak memerintahkan tubuh untuk menahan produksi asam lambung walaupun ada makanan tersaji di meja. Saat dipancing amarah, kita berlatih menahannya. Maka puasa yang baik akan melatih otak kita menjadi lebih tenang menghadapi stres psikis.

METaBOLISME GIZI

Tubuh manusia punya kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Puasa selama sebulan penuh akan menyebabkan tubuh melakukan banyak penyesuaian, terutama dalam hal penggunaan zat gizi. Hasil dari adaptasi selama sebulan, tubuh pada akhirnya bisa lebih berhemat menggunakan karbohidrat, lemak, protein, juga air. Ini efek yang menguntungkan sebab tubuh tidak boros makanan. akan tetapi efek baik ini akan segera hilang jika kita terbiasa makan terlalu banyak di malam hari selama ramadan atau kembali ke pola makan berlebihan begitu ramadan usai. Maka agar kita bisa mempertahankan semua efek positif puasa di atas, kita harus mempertahankan spirit puasa di luar bulan Puasa, yaitu makan secukupnya. Porsinya pas, komposisinya seimbang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.