Pengalaman Bersantap Hidangan Lezat Kreasi Michelin Starred-Chef

MICHELIN STARRED-CHEF, RISHI NALEENDRA

SEDAP - - Artikel - TEKS & FOTO: INTAN YS, DOK. SHERATON GRAND | VISUAL: BELLA F.

Pada Minggu (4/11) malam lalu, SEDAP berkesempatan menghadiri undangan Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, untuk menikmati set menu dinner kreasi Rishi Naleendra, chef owner Cheek By Jowl, Singapura, resto berpredikat Michelin Stars. Seperti apa pengalaman yang SEDAP rasakan pada kesempatan yang cukup langka itu? SEDAP bagikan “kelezatannya” untuk Sedap Lovers.

Suasana Anigre Restaurant, Sheraton Grand Gandaria City Hotel, pada pukul 19.00 WIB terlihat ramai. SEDAP bersama 2 food editors dari media kuliner lain lalu diminta menempati kursi yang telah disediakan, di area dalam resto berdesain simpel namun elegan. Hanya 40 kursi yang tersedia di area ini.

Di atas meja terlampir sebuah daftar set menu special dinner dari Michelin Starred-Chef Rishi Naleendra, seorang chef berdarah Sri Lanka dan pemilik resto Cheek By Jowl di Singapura yang menyajikan beragam menu khas Australia.

Mengapa Rishi justru menyajikan hidangan ala Australia yang sangat kental, bukan hidangan khas tanah kelahirannya? Ia tentu memiliki alasan kuat. Kendati lahir di Sri Lanka, pria berkacamata ini telah hijrah ke Melbourne, Australia sejak usia 18 tahun, demi menuntut ilmu di bidang arsitektur.

Selama berkuliah, Rishi mengisi waktu dengan bekerja sebagai busboy atau tukang beres-beres dan cuci piring di dapur sebuah kafe. Sejak itulah ia jatuh cinta pada pekerjaan seorang chef yang mendedikasikan dirinya di dapur, meracik beragam makanan lezat untuk dinikmati para tamu kafe.

Setelah membulatkan tekad, Rishi memutuskan banting setir, dari bercita-cita menjadi arsitek lalu memilih melanjutkan studi di bidang food and beverage. Menginjak usia 22 tahun, Rishi berpindah kewarganegaraan dan resmi menjadi warga negara Australia.

Seiring dengan itu, ia diterima sebagai demi chef di resto Taxi Dining Room, Melbourne hingga dipromosikan menjadi sous chef. Setelah 3,5 tahun berkarier, Rishi pindah ke Sydney dan menjadi chef de partie di resto tersohor di Australia, Tetsuya’s. Ia bekerja langsung di bawah sang chef owner, Tetsuya Wakuda. Tak lama, ia bekerja di Yellow by Brent Savage, sebagai pastry chef.

Demi menantang dirinya, ia bersama istri, Manuela Toniolo, meninggalkan Australia untuk memulai hidup baru di Singapura pada 2015. Di Negeri Singa, Rishi bertemu Loh Lik Peng, Founder Unlisted Collection, yang memberinya kesempatan untuk semakin mengembangkan karier chef-nya, dengan membuka Cheek By Jowl.

Resto bernama unik ini memiliki makna “side by side” sebagai apresiasinya terhadap sang istri yang selalu mendukung kariernya dan kini menjabat sebagai resto manager. Nah, tak heran, bukan, bila Rishi memilih menyajikan beragam menu unik khas Australia.

SAJIAN BERCITA RASA SEIMBANG

Dan pada Minggu (4/11) malam ketika Rishi diundang sebagai chef tamu di Sheraton Grand Jakarta, ia pun menyajikan set menu 5 hidangan, terdiri dari pembuka, utama, hingga penutup. Sajian pertama kreasi Rishi adalah smoked snapper, kohlrabi juice, tomburi.

Sajian pembuka ini terasa segar di mulut, terbuat dari ikan snapper asap bersiram jus lemon dan bertoping irisan tipis kohlrabi (sejenis lobak). Kesegarannya berhasil membuat SEDAP kian tergugah selera untuk menikmati menu selanjutnya.

Menu kedua, raw beef dengan brussel sprouts dan smoked maple butter. Sajiannya sederhana, namun tekstur dagingnya super lembut, berpadu sempurna dengan renyahnya brussel sprouts panggang dan gurihnya smoked maple butter beraroma sedap.

Disusul sajian ikan mahi-mahi yang disajikan bersama bonito butter, baby leaks, dan caramelized onions. Hmm… tekstur lembut ikan mahi-mahinya terasa sedap di lidah, ditingkahi aroma dan rasa bonito butter yang dominan, diseimbangkan oleh sedikit sentuhan manis dari caramelized onions di atasnya.

Yang tak kalah lezat adalah lamb saddle yang disajikan bersama saus burnt eggplant, artichoke, dan mint. Saus terungnya terasa unik, dengan kesegaran daging kambingnya yang super lembut di mulut. Terasa minty dan seimbang di lidah.

Sebagai penutup dinner malam itu, Rishi menyajikan dessert super unik, sorbet stroberi berselimut jeli hitam black olive, dengan saus rhubarb yang segar, sejenis keladi berdaun keriting dan berbatang merah. Konon, tanaman ini berkhasiat sebagai obat antidiare.

Seluruh hidangan kreasi Rishi memiliki cita rasa yang seimbang di lidah. Kesempurnaannya dalam meracik bahan dan bumbu memang layak diapresiasi dengan predikat Michelin Star. Tak heran bila ia berhasil mendapatkan gelar tersebut melalui restonya, Cheek By Jowl, yang kini menjadi salah satu yang paling diincar di Singapura.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.