Harumkan Hidangan Khas India di Negeri Singa Hingga Raih Michelin Star

MANJUNATH MURAL, EXECUTIVE CHEF THE SONG OF INDIA, SINGAPURA

SEDAP - - Tamu Kita -

Terlahir di tengah keluarga berlatar belakang kedokteran, tak membuat Manjunath Mural berhenti untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang chef profesional. Dan berkat ketekunannya, chef yang kerap disapa Mural ini pun berhasil menunjukkan dirinya sebagai chef yang disegani, bahkan bergelar Michelin Starred-Chef. Saat berada di Indonesia, Mural berkesempatan membagikan perjalanan kariernya, khusus untuk Sedap Lovers.

Mendapatkan gelar chef dengan resto berpredikat Michelin Star, tentu bukan perkara mudah bagi Manjunath Mural, Executive Chef The Song of India, yang berlokasi di Singapura. Untuk mencapai posisi prestisius di kalangan chef ini, merupakan perjalanan yang sangat panjang bagi chef berdarah India yang kerap disapa Mural ini.

Lahir di sebuah keluarga dengan latar belakang dunia kedokteran, menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi Mural, demi meraih cita-cita masa kecilnya. “Saya berasal dari keluarga yang mayoritas berprofesi sebagai dokter. Jadi, tentu saja ekspetasi keluarga adalah saya harus bisa menjadi seorang dokter,” tutur Mural mengawali kisahnya.

“Tentu saja, perjalanan hidup saya untuk mewujudkan mimpi menjadi chef bisa dikatakan cukup sulit,” imbuhnya. Namun dengan niat dan tekad yang kuat, Mural pun akhirnya bisa mendapat restu dari kedua orangtuanya.

“Untuk bisa mendapatkan restu dari kedua orangtua, saya perlu waktu cukup lama, sampai mereka benar-benar bisa menerima alasan saya dan menyetujui jalan yang saya pilih,” paparnya. Demi menggapai impiannya, Mural memutuskan mengambil studi jurusan hotel manajemen di Bangalore, India.

Namun di tengah masa menjalani studi, Mural harus mendapati pukulan keras dalam hidupnya. Ia harus menerima kenyataan, sang bunda divonis menderita kanker payudara hingga menyerah terhadap penyakitnya dan meninggalkan dirinya bersama keluarga untuk selamanya.

“Momen tersulit dalam hidup saya adalah pada saat Ibu meninggal akibat kanker payudara, ketika saya sedang menuntut ilmu,” kisahnya sambil mengungkapkan, “Hubungan saya sangat dekat dengan Ibu. Bahkan Ibu lah yang menyakinkan Ayah untuk merestui saya menjadi chef.”

Kendati masih berduka, Mural tetap serius melanjutkan studi selama 3 tahun hingga lulus dan menjalani management trainee di Hotel Centaur, Mumbai. Mural pun mulai menapaki kariernya sebagai chef profesional, hingga diangkat menjadi chef de partie dan berkesempatan bekerja bersama Master Chef Sanjeev Kapor dan celebrity chef, Milind Sovani.

“Setelah itu, berturut-turut saya bekerja di beberapa hotel bintang 5 dan terakhir bekerja di Marriot Renaissance, Mumbai,” kisahnya.

MICHELIN STARRED INDIA CUISINE PERTAMA DI SINGAPURA

Selama berkarier sebagai chef, ternyata Mural tak hanya tekun bekerja di dapur saja. Ia bahkan sempat terlibat dalam proses pembuatan buku resep berjudul Sanjeev Kapoor’s Khana Khazana: Celebration of Indian Cookery, bersama Chef Sanjeev dan Chef Milind.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa buat saya karena selama menulis buku resep ini, kami harus benar-benar menuliskannya dengan sangat spesifik sejumlah bahan yang dibutuhkan,” ungkap Mural yang merasa sangat terhormat bisa ikut andil dalam proses pembuatan buku resep itu.

Perjalanan kariernya tak berhenti sampai di situ. Pada 2006, Mural lantas bekerja di resto The Song of India di Singapura. Pada 2011, sang kepala chef meninggalkan resto ini dan Mural dipercaya menjadi executive chef-nya.

“Bisa dikatakan, perjalanan karier saya sebagai chef yang sesungguhnya baru saja dimulai ketika saya dipercaya menjadi executive chef di The Song of India Singapura. Sebab di tahap ini saya mengalami berbagai pengalaman baru dalam hidup dan karier saya,” kenangnya.

Hingga hal terbaik dalam hidupnya mendatangi dirinya pada 2016, ketika The Song of India dinobatkan sebagai resto khas India yang meraih predikat Michelin Star. Semakin membanggakan bagi Mural karena The Song of India merupakan resto makanan khas India pertama di Asia Tenggara yang berhasil meraih Michelin Star.

Sebelumnya, Mural memang pernah meraih berbagai penghargaan selama mengelola The Song of India, dari medali emas untuk Gourmet Singapura 2007, hingga People’s Choice Award untuk koki terbaik se-Asia.

Dan di tahun 2018, The Song of India yang dikelolanya, seolah mendapat gol ‘hattrick’ atau selama 3 tahun berturut-turut mendapat Michelin Star. “Ketika saya mendapatkan penghargaan ini, terus terang tak bisa berkata apaapa,” kata Mural dengan takjub.

“Saya merasa sangat bangga dan berterima kasih kepada ibu saya yang telah mendukung penuh. Berkat beliau lah saya bisa mendapatkan penghargaan ini,” kata Mural seraya tak lupa memberikan apresiasinya kepada seluruh tim dan karyawan restonya.

Tanpa ada karyawan yang terus bekerja sama selama ini, ujarnya, ia tak mungkin bisa mendapatkan penghargaan bergengsi ini. “Seluruh tim saya telah bekerja keras untuk terus menjaga kualitas sajian di resto ini,” imbuh chef yang sangat mengidolakan Chef Alvin Leong ini.

Satu hal lain yang juga membuatnya bangga, ketika The Song of India resmi menyandang resto berpredikat Michelin Star, para pengunjung berebut reservasi untuk bisa menikmati santapan karya Mural dan timnya.

“Lucu sekali, ketika The Song of India meraih predikat Michelin Star, pengunjung berebut ingin datang ke sini. Padahal, hidangan yang saya sajikan sebetulnya sama saja seperti sebelumnya,” katanya sambil tertawa, seraya berseloroh, “Mereka seperti mencari berlian di dalam tumpukan ayam yang saya sajikan.”

KONSISTEN SAJIKAN YANG TERBAIK

Kendati kini namanya sudah semakin dikenal di dunia kulier internasional, namun Mural tetaplah pria yang rendah hati. Bahkan ia tetap mengingat masa lalunya yang pernah memiliki pengalaman tak mengenakan di dapur, terutama ketika masih dalam masa pelatihan.

“Ya, ketika masih pelatihan, saya juga suka melakukan kesalahan. Misalnya, saya pernah memasak sampai gosong salah satu jenis saus dan saya panik sekali!” kisahnya. Namun dari peristiwa nahas tadi, Mural pun bisa belajar untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Dan ia pun menyadari, hal terpenting menjadi chef profesional adalah secara konsisten menyajikan makanan dengan kualitas terbaik. “Yang paling utama adalah kepuasan tamu. Ketika tamu yang datang ke resto merasa puas, saya akan merasa sangat senang dan bisa pulang dengan membawa kebahagian itu,” kata chef yang sering meluangkan waktu berburu kuliner tradisional ini.

Di luar pengalaman buruknya selama bekerja di dapur, ternyata Mural juga memiliki pengalaman terbaik yang tak bisa ia lupakan. Yaitu ketika ia harus menyiapkan 12 pax hidangan istimewa yang diberi nama The Jhourney Through India, terdiri dari berbagai hidangan khas India, seperti salmon tandoori, ayam tandoori, udang chiittinard, hingga ayam lazez.

Aneka menu spesial ini menghadirkan cita rasa khas dari bagian utara, selatan, timur, hingga barat India. “Setelah semua hidangan disajikan, para tamu bertepuk tangan. Hal itu membuat saya sangat bahagia,” katanya sambil tersenyum.

Untuk selalu menyajikan hidangan berkualitas baik, Mural memiliki kunci sukses tersendiri. Yakni selalu mendisiplinkan diri, terutama dalam keterampilan memasak. “Memang, untuk mencapainya perlu waktu lama, terutama dalam mengasah keterampilan memasak, selain passion dalam diri. Bahkan, terkadang kita harus mengorbankan

beberapa hal untuk mencapai yang diinginkan,” tegasnya.

Bagi Mural, memperkenalkan hidangan India di negeri singa Singapura merupakan tantangan tersendiri, kendati di negara kecil ini masakan khas India tergolong banyak disukai warganya. “Sebagai chef, saya tetap perlu menyesuaikan hidangan yang saya sajikan dengan selera para tamu,” katanya sambil melanjutkan, “Maka, saya pun harus berhati-hati dalam memilih bahan baku, seperti kerang, salmon, ikan, hingga berbagai makanan penutup yang manis.”

Kini, dengan predikatnya sebagai chef Michelin Star, Mural tentu harus terus menjaga kualitas sajianya, sekaligus berinovasi menyajikan menu-menu terbaru. “Sebagai chef, saya ingin terus mengembangkan diri dan membuat The Song of India menjadi resto India terbaik di Asia,” harap Mural yang pada 2 bulan lalu telah membuka resto pertamanya, Heritij, di Brisbane, Australia. Dan pada November lalu, Mural pun membuka resto keduanya, Kokam by Chef Mural.

Obsesi lain Mural, ingin membagikan cita rasa hidangan khas India ke lebih banyak kalangan di dunia. “Saya ingin berbagi pengetahuan lebih luas lagi tentang masakan India kepada semua orang, sehingga semua orang tahu bahwa hidangan India memang lezat,” tutup chef yang sangat gemar menonton Formula 1.

TEKS: ANIZA P, FOTO: BAMBANG, ANDRIAN | VISUAL BELLA F.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.