VARIA KULINER 1

SEDAP - - All About Butter -

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Sigi, dan Donggala (Sulawesi Tengah) pada September lalu masih meninggalkan duka mendalam bagi para korban. Demi meringankan beban para korban, sejumlah pegiat kuliner yang tergabung dalam komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI) menggelar aksi donasi lewat kegiatan memasak “Cooking Concert and Charity Food Bazar for Palu”.

Cooking Concert and Charity Food Bazar for Palu digelar pada Senin (29/10) lalu di Hause Rooftop Jakarta dan dihadiri sejumlah pegiat kuliner, terutama yang tergabung ke dalam komunitas Aku Cinta Masakan Indonesia (ACMI).

Di antaranya William Wongso, Ernest Christoga, Budi Lee, Ronald Prasanto, dan sejumlah tokoh kuliner dan chef lain. “Acara ini diperuntukkan khusus untuk Palu dan Donggala. Saya melihat beberapa teman ada yang menjadi relawan di sana, maka tergeraklah kami untuk membuat acara ini,” papar Ronald Prasanto, chef dan pemilik Ron’s Laboratory.

Memiliki misi yang sama dengan Ronald, pakar kuliner William Wongso pun langsung menyetujui saat diajak menggagas acara ini. “Tanpa pikir panjang, langsung setuju karena kami bisa ikut membantu melalui acara ini,” imbuh Ronald.

Selain dihadiri para chef, pada acara yang berlangsung hanya 1 hari ini ACMI sebagai penyelenggara juga turut menggandeng produsen alat rumah tangga Kumala Kitchen.

Menurut Ronald, sistem berdonasi bagi para tamu atau penvgunjung acara ini adalah dengan membeli tiket seharga Rp 250 ribu dan bisa menikmati rangkaian acara demo masak serta

menyantap makanan hasil dari demo masak.

“Tak hanya itu, pengunjung juga bisa mendapatkan voucher Kumala Kitchen seharga Rp 275 ribu,” tambah Ronald, seraya menjelaskan, hasil dari penjualan tiket ini selanjutnya diserahkan kepada pihak yang langsung menyalurkan donasi kepada para korban bencana di Palu dan Donggala. “Kami berusaha membantu dari Jakarta. Penyalurannya, kami serahkan kepada pihak lain,” ujar Ronald.

DARI URAP NUSANTARA HINGGA KEJU LOKAL

Di sesi cooking demo, para chef unjuk gigi memasak aneka hidangan menggunakan resepresep andalan mereka. Dalam aksi galang dana ini, kata Ronald, setiap chef yang tampil berdemo masak diberi waktu selama 1 jam.

“Oleh karena konsepnya menggalang dana dalam sehari, jadi kami membagi waktu demo masaknya untuk setiap chef 1 jam sekali tampil,” terangnya sambil menambahkan, “Dari setiap demo masak, para chef harus menyajikan 15 hingga 20 porsi makanan agar pengunjung bisa langsung mencoba masakannya.”

Salah satu penampil demo masak di hari itu adalah Chef Ernest, yang menyajikan dessert ice caramel macchiato. Para pengunjung terlihat sangat antusias selama demo masak berlangsung.

Tak kalah seru, ketika Shanti Serad berduet bersama Astrid Erinca memasak ragam urap Nusantara.

Dari urap khas Aceh, Ambon, Melayu, Bali, hingga Jawa. Menariknya lagi, berbagai urap yang dimasak sangat mudah dibuat, bahkan ada urap yang bahannya tak perlu diolah sama sekali.

“Salah satu urap yang tidak perlu dimasak adalah kohu-kohu khas Ambon. Bahannya sayuran mentah, terdiri dari kacang panjang, taoge, daun kemangi, ikan cakalang suwir, dan berbagai bumbu yang dihaluskan,” jelas Santhi.

Yang juga menarik perhatian pengunjung adalah penampilan Mazaraat Artisan cheese, yang mendemokan cara membuat berbagai keju lokal. Mazaraat Artisan Cheese merupakan produsen keju lokal asal Yogyakarta yang didirikan pasangan Jamie Najmie dan Nietta Pricilia. Untuk membuat aneka keju lokal, mereka menggunakan susu organik dari sapi yang terbebas dari pangan berpestisida.

Oh ya, bagi pencinta kopi, di acara ini juga ada Aga Muhammad dari Coffee Smith Jakarta, membawakan coffee demo bertema “Learn How to Brew Coffee Properly at Home”. “Acara galang dana ini berlangsung sejak pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Kami tak menargetkan jumlah dana yang terkumpul. Yang penting bisa ikut membantu,” tutup Ronald.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.