Pestanya Para Foodies Terbesar di Ibu Kota

JAKARTA CULINARY FEASTIVAL (JCF) 2018

SEDAP - - Artikel - TEKS & FOTO: ANIZA P, INTAN YS, DOK. ISMAYA | VISUAL BELLA F.

Untuk ke-5 kalinya Jakarta Culinary Feastival kembali digelar di Jakarta pada 1-4 November 2018 lalu. Acara kuliner tahunan gelaran Ismaya Live ini berlokasi di Senayan City Jakarta, menempati 2 tempat, yakni Fork Tent di sisi Selatan mal dan Spoon Tent di sisi Utara mal. Di acara yang dipersembahkan bagi para foodies di Jakarta ini menampilkan sejumla chef ternama Tanah Air hingga Michelin Starred chefs dari berbagai negara. Seperti apa keseruan acaranya? SEDAP tampilkan untuk Sedap Lovers!

Jakarta Culinary Feastival (JCF) 2018 telah berlangsung selama 4 hari di Senayan City Jakarta. Bertempat di 2 lokasi yakni Fork Tent dan Spoon Tent, acara kuliner bersakala besar ini tercatat dihadiri oleh lebih dari 70 ribu foodies dari Jakarta dan sekitarnya, serta didukung oleh 72 tenan yang menempati 6 zona berbeda, yakni restaurant area, GO-FOOD Festival, Main Bar di Spoon Tent, Coffee Room, Dessert Garden, dan Market Place di Fork Tent.

JCF 2018 dibuka dengan prosesi pemotongan pita oleh pakar kuliner Tanah Air Sisca Soewitomo, didampingi Frans Martin Managing Director Ismaya Group Frans Martin, VP Sales & Marketing GO-FOOD Cassandra Aprilanda, CEO Senayan City Johan Gitu, Center Director Senayan City Ronald Liem, dan Chef Corporate Ismaya Group Hamish Lindsay.

Selama JCF 2018 berlangsung para foodies yang datang disungguhi beragam kegiatan kuliner menarik, seperti cooking demo, talkshow, mystery box challenge, music performance, dan aneka games seru lainnya.

“Pengalaman yang kami ingin berikan ke para pencinta kuliner bukan sekadar makan dan minum saja, tapi mereka bisa langsung belajar dari para ahli kuliner dan chef ternama dari seluruh dunia,” papar Sarah Deshita, Brand Manager Ismaya Live. Deretan chef ternama Tanah Air yang ikut meramaikan JCF 2018 di antaranya Ririn Marinka, Ragil Imam Wibowo, Kim Pangestu, William Gozali, Chitra, Bara Pattiradjawane, dan masih banyak lagi.

BERTABUR MICHELIN STARREDCHEFS

Di hari pertama JCF 2018, para foodies tak hanya berkesempatan mencicipi beragam jajanan populer, tapi juga bisa sekaligus menikmati penampilan para pakar kuliner Indonesia, di antaranya Sisca Soewitomo dan Reza Chandika yang tampil pada cooking demo bertema Everbody Can Cook di Spoon Cooking Stage. Para foodies pun terlihat antusias menyaksikan cooking demo ini.

Sejumlah chef dari luar negeri pun ikut meramaikan panggung JCF 2018. Sebut saja Ben Ungermain sang Master Chef Australia, Chris Salans dan Eelke Plasmeijer dari Bali, Manjunath Mural pemilik resto The Song of India dan Rishi Naleendra pemilik resto Cheek by Jowl dari Singapura yang keduanya berpredikat Michelin Starred Chef, hingga Thitid Ton Tassanakajohn dari Thailand, dan masih banyak lagi.

Selain mendemokan berbagai masakan khas asal negaranya, para chef ternama ini juga ikut membuka pop up booth di Spoon Tent, seperti The Song of India milik Manjunath Mural dari Singapura, Turkuaz milik chef berdarah Turki, Sezai Zorlu, hingga Loka Padang milik Chef Putri Mumpuni.

Thitid Ton Tassanakajohn atau lebih akrab disapa Chef Ton, turut mempersembahkan sajian khas Thailand saat tampil di cooking demo. “Menurut saya, sangat penting menjaga budaya bangsa melalui makanan, tetapi kita juga perlu selalu inovatif,” tutur Ton.

Yang juga menarik perhatian selama JCF 2018 berlangsung adalah berbagai talkshow yang dikemas santai dengan narasumber sejumlah chef. Salah satunya talkshow bertema “Michelin Magic” yang menampilkan narasumber Manjunath Mural dan Rishi Naleendra.

Dalam talkshow ini mereka membagikan pengalamannya mengelola resto berpredikat Michelin Stars di Singapura. “Sama sekali tak menyangka bisa menyandang gelar Michelin Stars, hingga tiba-tiba saja resto kami jadi punya banyak penggemar,” papar Mural. “Mereka datang seperti mencari emas di tumpukkan ayam, padahal rasanya sama saja seperti sebelum menyandang Michelin Stars,” lanjut Mural, yang disambut gelak tawa para foodies dan mampu mencairkan suasana selama talkshow berlangsung.

Runner up Master Chef Australia 2017, Ben Ungermann; finalis musim pertama Junior Master Chef Indonesia, Revo; serta Chef Ton juga tampil pada talkshow yang tak kalah seru, ber tema “A Worth while Experience of Cooking Competitions”. Mereka menceritakan pengalaman selama

berkompetisi dan menjadi juara.

Sementara di Fork Tent, grand final kompetisi memasak JCF 2018, The Chef Hunt, mempertemukan Hari Fauzan dan Saphira Evani. Mereka ditantang memasak hidangan dengan bahan-bahan yang tersimpan di dalam kotak rahasia.

Para juri The Chef Hunt antara lain Chef Odie Djamil dan Chef Hamish Lindsay. Kompetisi The Chef Hunt, Hari Fauzan keluar sebagai juara dan memenangkan beasiswa parsial dari sekolah kuliner Le Cordon Bleu Australia, serta hadiah menarik lainnya.

DARI CHEF’S TABLE HINGGA MASTER CLASS

Keseruan JCF 2018 tak hanya sebatas pada cooking demo dan talkshow saja, para foodies juga diberi kesempatan untuk belajar masak langsung bersama ahlinya, dengan mengikuti master class di Fork Tent. Salah satu master class dibawakan Chef Chitra, yang mengangkat tema Plates as Blank Canvases.

Di sini para peserta dipandu Chef Chitra membuat berbagai bentuk cokelat di atas kanvas. Para foodies yang ingin mengikuti kelas ini harus membayar Rp 500 ribu per sesi selama 2 jam. “Saya memang senang masak dan tertarik ikut kelas masak di sini. Senang, bisa belajar langsung dengan Chef Chitra,” ujar salah seorang peserta master class.

Tak kalah seru, master class dipandu Chef Revo. Membawakan tema Revo’s Cooking Class for Teens. D kelas masak ini, peserta anak-anak diajak masak di dapur dengan cara yang menyenangkan. Usia anak yang bisa mengikuti kelas ini dibatasi untuk usia 8-16 tahun saja. Dengan biaya Rp 250 ribu, peserta anak mendapatkan pengalaman plus ilmu memasak baru dari ahlinya selama 2 jam.

Di JCF 2018 juga para foodies bisa mendapatkan pengalaman tak terlupakan menikmati hidangan lezat yang langsung dimasak oleh para chef ternama di area Chef Table. Di area ini foodies bisa menikmati hidangan karya Chef Fernando Sindu dan Charins, yang manyajikan hidangan bertema Brunch Like a Local.

Charins menyajikan beragam dessert berbahan tempe yang ia namai Everything Soy Good. Sajian ini terbuat dari tofu cheese cake, kecap manis caramel, tempeh crumble, dan frozen soy milk. Ketika semua elemen masuk ke dalam mulut, rasanya benar-benar menggoyang lidah!

Sementara Chef Fernando menyajikan ragam hidangan Nusantara, seperti asinan Jakarta, konro bakar, dan pandan brioche. Yang memikat di lidah adalah asinan Jakarta ala Chef Fernando yang dipadukan ikan salmon. Rasa manis, asam, dan asinnya berpadu sempurna dalam 1 suapan.

Ben Ungermann pun ikut unjuk gigi di Chef Table dengan menyajikan hidangan bertema A Sensory Adventure Through The Australian Outback. Ben menyajikan 4 hidangan khas Australia, dengan harapan para foodies tak akan melupakan petualangan rasa ala Australia melalui hidangan yang disajikannya.

Oh ya, satu lagi talkshow menarik yang juga dihadirkan di JCF 2018. Yakni talkshow yang dibawakan Jhony Yuwono, pendiri Acaraki Café. Di acara ini ia menampilkan cara membuat jamu tradisional menggunakan alat brewing kopi. Jhony mencampurkan kunyit asam dengan sirop dan air soda. Ketika dinikmati, rasa segar bercampur khas jamunya sangat terasa.

Di hari terakhir JCF 2018, hadir Agung Prabowo, mixologist asal Indonesia yang mewakili bar nomor 10 di daftar World 50 Best Bars, The Old Man’s Hong Kong. Agung berhasil memikat para foodies saat tampil di atas stage. “Saya membuat racikan minuman yang bisa diaplikasikan di rumah dengan mudah,” ujar Agung, sebelum menutup penampilannya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.