MENELISIK SEJARAH & KISAH PASTA KHAS ITALIA

Sedap Lovers tentu sudah akrab dengan hidangan khas Italia. Sebut saja lasagna, pizza, atau aneka pasta dengan saus bolognaise atau spageti aglio olio-nya. Menurut Ahmad Gojali, Chef de Cuisine Sapori Deli, Fairmont Jakarta, pizza dan aneka pasta memiliki

SEDAP - - Chef's Corner - Ahmad Gojali, Chef de Cuisine Sapori Deli, Fairmont Jakarta TEKS ANIZA P. | FOTO DOK. PRIBADI |VISUAL BENYAMIN W.

Pada awalnya masyarakat Italia lebih banyak mengonsumsi roti sebagai makanan pokok atau bahkan penggenjal sebelum masuk jam makan utama. Setiap wilayah di Italia memiliki ciri khas masingmasing dalam menyajikan roti sebagai hidangan di meja makan.

Salah satu hidangan roti yang paling populer di Italia adalah pizza. Pada umumnya, pizza di negara ini disajikan dengan 2 gaya berbeda, yakni pizza dengan crust tebal (Neopilitan style) dan pizza dengan crust tipis (Roman style).

Sementara itu seorang penjelajah Italia, Marco Polo, dikisahkan pernah menyusuri jalur sutera hingga ke Tiongkok, untuk mempelajari ilmu pergadangan. Di Negeri Tirai Bambu inilah Marco Polo mulai mengenal mi. Sekembalinya ke negeri kelahirannya, konon Marco Polo mulai memperkenalkan mi kepada warga Italia.

Bisa jadi, kisah inilah yang menjadi cikal bakal terciptanya pasta di Italia. Bedanya pasta dengan mi adalah bahan utamanya. Mi terbuat dari tepung terigu, pasta dari tepung gandum. “Pada pertengahan abad ke-16, pasta mulai dikenal sebagai makanan kaum bangsawan karena kerap disajikan pada berbagai jamuan mewah. Namun seiring waktu, pasta telah menjadi makanan pokok warga Italia pada umumnya,” papar Ahmad Gojali atau akrab disapa Ali.

Dalam memasak pasta, dikenal istilah al dente. Apa, sih, yang maksud al dente? Menurut Ali, al dente adalah konsistensi pasta ketika dimasak. Warga Italia menyukai pasta yang masih kenyal atau al dente ketika digigit. Artinya, masih terasa tekstur gandumnya. “Al dente dapat dihasilkan dengan merebus pasta pada tingkat kematangan tertentu, yang bisa disesuaikan dengan selera,” ungkapnya sambil melanjutkan, “Tak seperti warga Asia yang lebih suka pasta dengan konsistensi lebih lembek.”

Lamanya memasak pasta juga bisa menentukan, apakah hasilnya al dente atau tidak. Untuk pasta kering yang diolah secara homemade, bisa dimasak dengan waktu 3-4 menit. Namun untuk selera Asia, biasanya lebih lama, sekitar 7-8 menit.

MAKAN MALAM ALA ITALIA

Sama halnya seperti cara makan di belahan bumi lainnya, terutama Eropa, warga Italia juga memiliki urutan dalam menyantap makanan, terutama pada waktu makan malam. Pada prinsipnya, orang Italia mengenal antipasti (starter), primi (first course), secondi (main course), dan dessert.

Nah, antipasti dan dessert biasanya disajikan pada jamuan makan malam spesial bersama keluarga, teman, atau di restoran. Sementara untuk makan malam di rumah, yang utama adalah primi. Terdiri dari pasta, nasi (risotto atau sup), dan secondi yaitu daging atau ikan dan sayuran. “Roti merupakan menu wajib, sementara pizza termasuk primi dan secondi,” ungkap Ali.

Oh ya, ada beberapa aturan yang harus ditaati orang Italia pada jamuan makan malam. Misalnya, ketika menyantap pasta tak boleh dipotong menggunakan pisau, melainkan diputar menggunakan garpu saat akan disantap. Sementara daging atau ikan tak boleh disatukan di dalam hidangan yang sama.

“Roti adalah makanan wajib dan selalu tersaji di setiap resto di Italia. Roti disantap sebelum makanan yang dipesan datang,” ujarnya. Tata cara makan roti pun tak boleh dipotong menggunakan pisau, melainkan harus ditarik menggunakan tangan.

Untuk minumannya, orang Italia sangat suka wine sebagai pelengkap hidangan. Red wine biasanya disajikan bersama menu daging-dagingan dan white wine untuk menemani hidangan berbahan ikan. “Yang terakhir, enjoy the food. Makanan bagi orang Italia bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi saja. Tapi sekaligus momen untuk dinikmati bersama orang-orang terdekat,” papar Ali.

Lantas, hidangan khas Italia apa saja yang disajikan Ali di Sapori Deli? Untuk benar-benar memenuhi selera masakan Italia, Ali menyajikan beragam hidangan homemade berupa pasta, pizza, dan hidangan utama khas Italia lainnya.

“Untuk kategori pasta, favorit di sini adalah Spaghetti Nero, disajikan dengan saus hitam dari tinta cumi dan aglio olio,” katanya. Pada perayaan Natal 2018 lalu, Ali sempat menyajikan roasted turkey yang dimarinasi selama 24 jam dengan olive oil dan rempah khas Italia, seperti rosemary, lalu dipanggang dengan suhu rendah selama 4 jam, untuk menghasilkan daging kalkun yang juicy.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.