OPTIMIS RAGAM HIDANGAN KHAS INDONESIA KIAN DIGEMARI

SEDAP - - Berita Kuliner - HeNRy AlexIe Bloem, PReSINdeN INdoNeSIAN CHef ASSoCIATIoN (ICA)

Seperti halnya Rahmat, Henry Alexie Bloem pun merasa optimis bila makanan khas Indonesia akan semakin digemari di tahun 2019. “Saya selalu optimis, dari tahun ke tahun makanan Indonesia akan semakin digemari, bahkan makin dikenal hingga ke mancanegara,” ujarnya.

Optimisme ini disampaikan Henry karena ia melihat semakin banyak chef Indonesia yang kerap diundang ke berbagai event bersakala internasional di banyak negara untuk mempromosikan berbagai hidangan khas Nusantara. Selain itu, keberadaan para pencinta kuliner dan food blogger dianggap Henry bisa turut menaikkan tren hidangan khas Nuasantarake mancanegara.

“Banyak faktor yang bisa memengaruhi tren makanan. Salah satunya makin berkembangnya jumlah food blogger yang secara tak langsung ikut mempromosikan makanan Nusantara. Cara ini tentu cukup signifikan bagi perkembangan tren kuliner di Tanah Air saat ini,” tambah Henry.

Faktor pertama, kata Henry, berasal dari kalangan profesional seperti chef dan astronom karena mereka mengetahui betul mana makanan yang berkualitas dari kacamata mereka. Ke dua, dari kalangan pencinta kuliner atau foodies yang bisa memprosikan makanan hingga viral dan akhirnya menjadi tren di masyarakat.

“Kalau di luar negeri ada Michilen Guide yang setiap tahunnya mengeluarkan rekomendasi The World 50 Best Restaurant, misalnya. Dari panduan ini bisa sangat memengaruhi tren kuliner di dunia,” tambahnya.

Dan sebagai Presiden ICA, Henry pun mengaku tak pernah absen berkontribusi dalam menentukan tren makanan Indonesia. Ia bahkan dengan gigih mempromosikan beragam hidangan Nusantara di berbagai kesempatan. Di antaranya ketika ada kesempatan berkunjung ke sejumlah kota dan negara, seperti New York, Washington, Albany, Madrid, Sydney, dan lainnya dengan mendemokan ragam masakan Indonesia.

“ICA juga secara rutin mengadakan lomba masakan makanan tradisional Indonesia, hinga mengunjungi sekolah-sekolah kejuruan atau perguruan tinggi bidang tata boga untuk memberikan tips, couching, atau sharing,” ujarnya.

Tren kuliner ini, kata Henry, tak hanya berdampak kepada para profesional seperti chef saja, tapi juga terutama kepada para pengusaha kuliner yang tentunya ikut memasarkan beragam hidangan yang sedang tren. Maka, Henry berharap, para pengusaha kuliner ini bisa ikut melestarikan dan menaikkan kelas hidangan tradisional Nusantara.

Henry pun menyebutkan sejumlah kuliner Nusantara yang menurutnya bisa menjadi tren sepanjang masa. Seperti rendang, soto, sate, nasi goreng, ayam betutu, dan hidangan tradisional Indonesia lainnya yang memang legendaris.

“Di tahun 2018, gempuran kuliner asing banyak yang sukses dan jadi tren di Tanah Air. Tapi menurut saya, fenomena itu bukan saingan untuk hidangan tradisional Indonesia. Bisa dibilang hanya selingan saja karena pada akhirnya masyarakat akan kembali lagi untuk lebih banyak mengonsumsi sajian punya kita sendiri, yakni makanan tradisional Indonesia,” tutup Henry.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.