Rasakan Sensasi Unik Sajian Kreasi Sang Masterchef Australia

SEDAP - - Artikel -

Ganteng dan jago masak, perpaduan sempurna yang ada dalam diri Runner-up MasterChef Australia Ben Ungermann. Ben yang kerap bertandang ke Indonesia ini, berkesempatan menyajikan ragam hidangan andalannya yang sangat khas Australia di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City Hotel, Jakarta, Jumat (30/11) malam. “A Sensory Adventure Through the Australian Outback with MasterChef Ben Ungermann” menjadi tajuk special dinner malam itu. Agar Sedap Lovers juga bisa ikut merasakan sensasi kelezatan set menu kreasi Ben, SEDAP sajikan kisahnya di edisi ini.

“A Sensory Adventure Through the Australian Outbackwith MasterChef Ben Ungermann” terinspirasi dari ragam cita rasa dan bahan-bahan lokal Australia. Untuk memuaskan rasa penasaran para tamu Sheraton Grand Jakarta yang ingin mencicipi masakan khas Australia kreasinya, Ben menyajikan set menu mulai dari hidangan pembuka, utama, hingga penutup yang serba unik di lidah.

Sebagai menu pembuka, Ben menyajikan clear soup dengan kuah berwarna cokelat kehitaman yang terbuat dari selai gurih yang sangat populer di Australia, yakni Vegemite, dengan isi irisan jamur. Sup yang tersaji hangat ini memiliki cita rasa yang gurih namun ringan di lidah. Tetapi mampu menggugah selera para tamu untuk mencicipi sajian pembuka berikutnya.

Menu entrée kreasi Ben, garlic butter prawns with sea greens and sea spray, sangatlah unik. Sajian seafood dengan bahan utama udang yang ukurannya cukup besar ini, disajikan bersama garlic butter yang berwarna kehijauan karena bercampur sea greens.

Keunikan sajian ini terletak pada semprotan spray berisi air yang dilakukan para waiters tepat seusai menyajikan hidangan di atas meja. Seolah Ben ingin menghadirkan sensasi bersantap seafood di tepi pantai, dengan terpaan angin laut dan percikan ombak.

PERTUNJUKAN API DI MEJA

Hidangan utama Ben tak kalah unik saat tersaji di atas meja. Para tamu terheran-heran ketika menyaksikan di atas piring hanya berupa sajian kulit bawang, dedaunan aromatik, dan ranting. Ternyata, semua “sampah organik” yang tersaji di atas meja ini kemudian dibakar satu per satu oleh para waiters yang bertugas.

Wusss! Api pun seketika menyala di setiap meja para tamu. Namun tiba-tiba waiters lain datang dan langsung menutup api yang menyala dengan piring lain berisi sage beef bertekstur super empuk, disajikan bersama kondimen yang terlihat unik. Yakni balsamic beetroot medallions, bawang putih, dried sage, asparagus yang terlihat gosong karena terbalut charcoal, serta disiram kaldu sapi yang diracik dengan beetroot dan saus bawang putih nan gurih.

Hidangan yang disajikan secara theatrical ini dinamai Campfire on a beach – Ben’s MasterChef dish – Fire Theatrics. Dengan menyajikan menu utama yang siper unik ini, Ben ingin menghadirkan sensasi bersantap sajian daging saat sedang pesta bbq di tepi pantai untuk merayakan pergantian tahun.

Dan sebagai hidangan penutupnya, Ben menyajikan semangkuk Lamington cake with toasted coconut ice cream dengan raspberry pure yang segar. Perpaduan antara es krim bercita rasa kelapa dan asam segar pure raspberry-nya menghadirkan sensasi menarik di lidah, seolah kita sedang bersantai sambil berbikini ria di tepi pantai dan menyeruput air kelapa.

Bisa dikatakan, Ben telah berhasil mengajak para tamu udangan di malam itu untuk bersama-sama merasakan sensasi berpesta di tepi pantai, sambil menikmati aneka hidangan khas Australia. Yang diolah dengan bahan-bahan pilihan yang sangat lekat dengan kehidupan warga Australia sehari-hari, namun disajikan dengan cara berbeda dan unik. Sehingga meninggalkan kesan mendalam di benak para tamu yang hadir malam itu, termasuk SEDAP.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.