Mazda CX-3

Target Car - - Target Editorial - Danang Priyamboro Foto: Danang

Melihat sosok Mazda CX-3 saya yakin tidak ada orang yang bilang tampilannya jelek atau biasa saja, rata-rata orang yang saya tanya menjawab paras CX-3 itu keren dan rupawan. Siluet depannya yang tajam dan mencirikan desain KODO khas Mazda dengan proporsi yang sedikit lebih besar dari Mazda2, desainer Mazda jelas memiliki kanvas yang lebih besar untuk membuatnya sosoknya lebih maskulin.

Mazda CX-3 memang mengambil basis dari hatchback Mazda2 dengan tetap mempertahankan bahasa desain KODO yaitu kap mesin panjang, overhang pendek, berorientasi pada pengemudi dan buritan yang padat. Dengan menaikkan ketinggian sasis tentu ada konsekuensi berubahnya pusat gravitasi mobil yang tentu berpengaruh pada driving dynamics. Para engineer Mazda pun membekali CX-3 dengan bushing yang lebih keras dan suspensi serta damper yang diseting ulang.

Masuk ke dalam kabinnya, terlihat serupa dengan Mazda2. Dashboardnya rendah dan rata dengan layar sentuh 7 inci sebagai pemisah. Panel instrumen yang mudah dibaca, hanya saja dengan tampilan monokrom yang sudah kuno. Lingkar kemudinya nyaman digenggam dan mudah disetel sesuai keinginan pengemudi, joknya pun terasa nyaman dan memberikan posisi duduk yang sempurna. Bahkan dengan dimensinya yang kompak, CX-3 tetap mampu memberikan visibilitas yang maksimal.

Jika dilihat sepintas memang ruang kabin CX-3 ini sama seperti milik Mazda2, hanya saja CX-3 memiliki legroom lebih yaitu 20mm (depan)

Berpotensi mengganggu pasar segmen crossver dan kompak SUV.

dan 30mm (belakang) dibandingkan dengan saudara hatchback-nya. Angka ini memang tidak berpengaruh banyak tapi setidaknya membuat penumpang belakang bisa mendapat posisi duduk yang lebih nyaman. Begitu juga dengan luas bagasinya, sedikit lebih besar dari Mazda2 namun hanya cukup menampung dua koper ukuran kabin dengan menyisakan sedikit ruang.

Jadi secara fungsionalitas memang tidak bisa berharap banyak dari CX-3 ini, mengingat ia dibangun dari platform Mazda2, tapi aura premium dari interiornya mampu membuat kompetitornya tak berdaya. Material di dalam kabinnya terasa melebihi para pemain di segmen crossover dengan menggunakan material plastik lembut. Joknya pun memadukan lapisan kulit dan Alcantara, di bagian panel tengah dan juga doortrim dibalut dengan lapisan kulit lembut berwarna merah membuatnya terlihat sporty.

Sebagai informasi, Mazda CX-3 yang saya uji bermesin bensin dengan mesin Skyactiv –G berkapasitas 2.0 liter. Ya, mesinnya 2.000cc, Mazda tidak menggunakan mesin yang sama 1.5 liter milik Mazda2. Untuk bodi yang kompak tapi dibekali mesin 4-slinder berkapasitas 2.0 liter, Mazda CX-3 ini pastinya bertenaga. Mesin ini juga dipakai oleh sang kakak CX-5 dan juga Mazda3, hanya saja tenaganya berkurang 9 hp dan 8 Nm dari keduanya. Tapi di jalan perbedaan ini sama sekali tidak terasa.

Sama seperti semua saudara Skyactiv-nya, powertrain milik CX-3 ini bekerja dengan baik untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan. Transmisi otomatis 6-speed sangat responsif baik untuk penggunaan dalam kota maupun saat melesat di jalan tol. Tenaga 153 hp pada putaran 6.000 rpm dan torsi 204 Nm yang tersedia sejak putaran 2.800 rpm milik CX-3 terasa bertenaga untuk sebuah SUV kompak. Tak perlu bersusah payah untuk mendapat akselerasi awal, karena respon pedal

gas dengan putaran ban terasa linear.

Rute awal sejauh 750km dari Bangkok menuju Nakhon Phanom, daerah perbatasan dengan Laos yang menyuguhkan pemandangan Sungai Mekong ini memang didominasi dengan jalur lurus yang panjang. Di sini CX-3 bisa dipacu hingga 140 sampai 160 kpj, sayangnya pada CX-3 versi Thailand tidak tersedia fitur cruise control yang akan cukup berguna di rute seperti ini. Tapi masih banyak fitur lain yang bisa membantu Anda untuk berkendara dengan aman. Seperti fitur Advanced Blind Spot Monitoring, Lane Departure Warning System, Rear Cross Traffic Alert dan Smart City Brake Support.

Petualangan berbeda saya rasakan saat menginjak bumi Laos, lupakan jalanan mulus dan lebar. Masuk ke Laos pengendalian dan kenyamanan Mazda CX-3 diuji secara akurat. Jalanan berbatu dan debu dengan banyak lubang menghiasi sepanjang Laos. Ditambah dengan saya harus konsentrasi lebih karena Laos mengadaptasi jalanan dengan setir kiri, sementara mobil CX-3 dari Thailand menggunakan setir kanan. Namun semua itu sirna saat CX-3 memberikan respon yang positif saat menjelajahi Laos.

Di sini saya lebih sering menggunakan mode Sport, seketika putaran mesin meningkat dan respon throttle pun menjadi lebih responsif. Saya lebih senang menggunakan mode Sport ini saat menjelajah di jalur Laos-vietnam yang memang didominasi oleh jalanan pegunungan yang berkelok-kelok tajam serta tanjakan dan turunan curam.

Mazda CX-3 memberikan pengalaman yang menyenangkan dengan pengendalian yang mendekati sempurna, respon setir yang baik saat harus menikung tajam dengan suspensi yang dapat meredam lubang di jalanan Laos dengan baik. Sedikit keras dengan penggunaan ban 215/50R18 tapi

masih dalam batas toleransi. Ground clearance sebesar 155mm pun masih cukup aman dalam melibas jalanan penuh lubang dan juga kerikil. Gejala body roll pun sangat minim, terbukti penumpang belakang masih bisa duduk dengan tenang.

Tampaknya Mazda CX-3 saat diluncurkan di Indonesia akan menjadi penantang berat dari segmen SUV kompak. Nantinya CX-3 akan mengganggu pasar dari Honda HR-V, Nissan Juke dan juga Chevrolet Trax. Bahkan mungkin juga akan mengganggu Mitsubishi Outlander Sport jika melihat kapasitas mesin 2.0 liternya yang sama. Pihak Mazda Motor Indonesia (MMI) pun sudah memberikan sinyal positif jika CX-3 akan segera meluncur di Tanah Air, kemungkinan paling lama akan tersedia di ajang GIIAS pada bulan Agustus.

Sekarang persoalannya tinggal masalah harga, karena MMI mengatakan jika spesifikasi CX-3 yang dijual di Indonesia nantinya akan berbeda dengan CX-3 dari Thailand. Bisikannya adalah MMI akan memboyong CX-3 ini secara utuh dari Jepang, tentunya hal ini akan berpengaruh terhadap harga jual CX-3 di Tanah Air. Namun jika fitur-fitur yang ditawarkan pun lebih lengkap dari versi Thailand, maka konsumen di Indonesia harus membayar lebih dari apa yang ditawarkan oleh kompetitornya.

Satu hal yang pasti Anda akan mendapatkan penawaran yang terbaik dari CX-3, selain tampangnya yang rupawan tapi juga mampu memberikan performa terbesar di kelasnya serta rasa berkendara yang brilian. Para kompetitor pun sebaiknya waspada, karena Mazda CX-3 sangat berpotensi untuk ‘membunuh’ semua lawan-lawannya.

Ruang bagasi memuat 2 koper

1. Speedometer berdesain futuristik 2. Fitur lengkap 3. Memiliki fasilitas navigasi

1. Desain KODO khas Mazda 2. Transmisi otomatis 6-Speed

Kabin bernuansa sport

Kelebihan Fun to drive ● ● Posisi mengemudi yang nyaman Kekurangan Ruang bagasi ●

Mengambil basis dari hatchback Mazda2 dengan tetap mempertahankan bahasa desain KODO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.