Let’s Live Well... Slowly!

Cosmopolitan (Indonesia) - - CONTENTS -

Faster does not always mean better, ladies. Kini, saatnya chill out, hidup lebih “lambat” (dan bahagia) sambil ikut dalam gerakan penghijauan bumi melalui slow living. Simpelnya, slow living adalah gaya hidup yang menekankan pada pendekatan yang lebih lambat terhadap aspek kehidupan sehari-hari. Beberapa orang mengira dengan turut serta dalam gerakan ini, Anda harus kembali hidup layaknya zaman dulu... Alias lepas sama sekali dari teknologi. Don’t worry, tidak seperti itu kok. Anda masih boleh menggunakan si ponsel pintar. Malah manfaat lebihnya, pada gaya hidup ini Anda diajak pula untuk lebih menikmati proses. Sehingga, pada akhirnya dapat mengantarkan pada gaya hidup hijau dan berkelanjutan.

Apa Itu Slow Living?

Gaya hidup ini berawal dari gerakan slow food pada tahun 1986 di Italia. Slow food adalah “lawan” dari fast food. Pada gerakan ini, makanan tidak diproduksi secara massal sampai kehilangan kandungan gizi baiknya. Sebaliknya, slow food mengajak Anda untuk melestarikan kembali makanan tradisional, serta mendorong sistem pertanian yang eco-friendly. Nah, slow

living adalah perpanjangan dari gerakan tersebut. Istilah “slow” digunakan untuk menggambarkan hidup yang lebih relaks, tanpa stres, dan sustainable.

Mengapa Lebih Baik?

Bagi para “pengikut” gaya hidup ini, kata slow sendiri memiliki akronim untuk menjalani kegiatan sehari-hari: S

ustainable, yang mana tidak meninggalkan “jejak” yang buruk untuk Anda, masyarakat, dan lingkungan. L ocal,

memanfaatkan bahan lokal. Dapat juga diartikan dengan tidak mengambil hak orang lain dengan menjadi lebih sosial dengan masyarakat yang ada di sekitar. O

rganic, tidak diproduksi secara massal sehingga kualitasnya lebih terjaga. W

hole, bukan hasil dari olahan berproses. Dapat pula dimaknai dengan utuh, yaitu tidak menghilangkan suatu manfaat atas alasan waktu dan efisiensi. Lewat gaya hidup ini Anda dipastikan tidak lagi jadi orang yang buru-buru, mudah panik, dan gampang cemas –nilai plus untuk memiliki hidup yang lebih mindful dan sehat. Dan bukan hanya untuk kesehatan tubuh saja, dengan mengadopsi slow living Anda bisa step back dan lebih aware dengan lingkungan sekitar. Juga, lebih memahami bagaimana hubungan Anda dengan diri sendiri, masyarakat sekitar, dan tentunya bumi. Yup, slow living bisa mengantarkan pada kehidupan yang lebih bermakna untuk diri Anda juga lingkungan. Truly, double benefits! ■

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.