The New Player

Produsen parfum dari eropa kini memulai kiprahnya di Asia Tenggara. Oleh Ardhana Utama

Harper's Bazaar (Indonesia) - - Contents -

Spirit label parfum Henry Jacques berasal dari pendirinya, yaitu Henry Jacques Cremona yang punya semangat akan pembuatan parfum hingga kemudian mendirikan perfume house pada 1975. Ia seorang yang rajin bertualang dan memiliki obsesi untuk hal langka dan ideal, dengan demikian ia berkeliling dunia untuk mencari bahan-bahan terbaik. Kreasi parfumnya akhirnya menuai perhatian dari sejumlah penikmat. Sudah bertahun-tahun parfum Henry Jacques memuaskan permintaan khusus dari kliennya. Setelah mantap dan melalui persiapan yang lama, ia akhirnya menyingkap koleksi Les Classiques, yaitu seleksi parfum yang kini tersedia di butik dalam dua opsi kemasan, yaitu 15 ml dan 30 ml. Laboratorium Henry Jacques terletak di pinggiran Grasse, yaitu pusat kegiatan haute perfumery sejak abad ke-17 di Prancis. Perfume organ (sejenis meja kerja khusus yang menyimpan deretan botol bahan parfum) yang ia miliki menyimpan ribuan wangi yang dibuat dengan pengetahuan mumpuni dalam mencampur tiap note. Selain memperhatikan craftsmanship, kreasinya dinyatakan tak terpengaruh mode dan tren. Selain produk satuan, Anda juga punya kesempatan untuk mengoleksi perfume chest yang berisi 10 atau 15 parfum bernama Les Caves à Parfums. Dengan opsi tersebut, Anda memiliki sejumlah variasi dalam botol berukuran masing-masing 15 ml. Keunikan parfum Henry Jacques terletak pada 3000 formula yang berbeda dan pengetahuan pembuatan parfum. Seluruh proses menciptakan parfum hingga desain botol dilakukan in-house. Selain itu, parfum Henry Jacques merupakan jenis concentrated perfume sehingga kualitasnya berbeda dibanding parfum pada umumnya. Basis operasi label parfum ini juga berasal dari bespoke perfumery yang telah 30 tahun berkiprah. Henry Jacques membuka shop-in-shop pertamanya di Harrods pada 2014 dan kini terletak di Salon de Parfums butik Harrods di London. Momen tersebut bersamaan dengan peluncuran 50 macam wangi koleksi lini Les Classiques. Henry Jacques kemudian mulai membuka butik perdananya di Singapura pada Desember 2017 silam dan menyusul butik kedua di Dubai mulai dibuka pada kuartal pertama tahun ini.

BUTIK HENRY JACQUES PERTAMA DI ASIA

Butik pertama Henry Jacques di Asia terletak di Marina Bay Sands Singapura. Direktur artistik label ini, Christope Tollemer, ikut merencanakan desain interior butik yang membantu presentasi produknya dengan baik. Konsep interior Henry Jacques di Singapura mengikuti standar kemewahan apartemen Paris yang historis. Rancangan ini berusaha menghidupkan spirit masa lalu dan memadukannya dengan unsur modern yang tak lekang waktu. “Seluruh elemen butik ini direncanakan dan dirakit di Prancis, kemudian dikemas vakum dan dirakit ulang di Singapura,” tutur Christope Tollemer. “Proses ini merupakan satu-satunya cara untuk menjamin kualitas craftsmanship Prancis tanpa kompromi. Seperti halnya parfum kami, tiap komponen dari butik merupakan kualitas yang langka.” Bagian dalam ruang yang lebih intim dilengkapi dengan perabot elegan dan menggunakan bahan premium dari Holland & Sherry (nama sebuah penyalur material interior). Dinding berlapis flanel dan dasar dari rami mengitari area perfume organ, yang merupakan inti dari butik ini. Terdapat pula enam litografi dari seniman Prancis yang mengitari display parfum, beberapa diantaranya karya Pierre Roy Camille, Pierre Tal Coat, dan Francois Houdart. Semua itu untuk menyambut presentasi universe Henry Jacques untuk pengalaman bespoke perfumery service yang mereka janjikan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.