Eni Rosita, 39, Pelari

Herworld (Indonesia) - - Feature -

Bagi seorang Eni Rosita, hobi adalah caranya mengharumkan nama bangsa. Berperan sebagai seorang konsultan konstruksi dan ibu dari dua orang anak, ia juga berlari menaklukkan jalan dan gunung yang berjarak ratusan kilo. Tak hanya Indonesia, kaki Eni sudah akrab mengarungi kelok berbagai negara. Baru-baru ini ia menyelesaikan misinya melintasi Prancis, Italia, dan Swiss dalam salah satu event lari terbesar Ultra Trail du Mont Blanc. Ia menuntaskan kategori tersulit dengan jarak 290 kilometer yaitu Petite Trotte à Léon (The PTL), sesuai dengan waktu yang ditetapkan. Jika rintangan melawan badai, medan jalan, dan terjalnya gunung sudah biasa dilewati, ada kisah pahit yang justru membuatnya spesial. Tersiram air keras saat mengikuti Mesastile Peak Challenge 2016 yang melintasi lima gunung di Jawa Tengah, meninggalkan luka parah pada sekujur kaki dan wajahnya. Rasa sakit yang masih dirasakan hingga saat ini pasca operasi dan perawatan justru kian menguatkan hati untuk tetap menekuni hobinya. “Meskipun saya sudah tidak sempurna atau cacat, hal itu tidak menghentikan saya untuk terus berlari menerjang panas, hujan, angin, dan salju,” ungkapnya. Kesungguhan yang ia punya tak berbatas. Jiwanya selalu terpanggil untuk membuat pendukung setianya bangga. Eni Rosita adalah contoh nyata bagi para perempuan agar tidak menjadikan sebuah kekurangan untuk menghambat mimpinya.

“Jangan pernah merasa lebih karena prestasi yang kita raih terjadi berkat dukungan dari orang lain.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.