Mewaspadai Virus Sejuta Umat

Infeksi dengue dinobatkan sebagai penyakit dengan perkembangan tercepat di dunia. Berdasarkan catatan World Health Organization (WHO), setiap menit ada satu orang yang dirawat garagara dengue. Kemungkinan terburuk dari ulah virus dengue ini adalah demam b

Intisari - - HALAMAN DEPAN - Penulis: Tika Anggreni Purba

Jika disebutkan nama dengue, orang Indonesia umumnya masih belum terlalu paham. Beda kalau disebutkan kata “demam berdarah”, barulah orang mengangguk. DBD memang penyakit yang paling umum berjangkit di negeri tropis ini. Hampir bisa dipastikan, salah satu dari orang yang kita kenal, pernah menderita DBD. Lalu, apa hubungannya dengan infeksi dengue?

“Sebenarnya sadar tidak sadar, hampir semua orang di Indonesia ini pernah terkena infeksi dengue,” jelas Prof. Dr.dr. Sri Rezeki Hadinegoro Sp.A (K), staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada konferensi

pers Peluncuran Vaksin Dengue di Jakarta, November 2016. Sebagai peneliti utama untuk studi klinis fase III dalam penelitian efektivitas vaksin dengue, bahkan ia menemukan, 50% dari anak berusia lima tahun di Indonesia, sudah pernah terinfeksi dengue.

Pernah atau tidaknya terinfeksi, bisa diketahui melalui pengecekan kekebalan seseorang terhadap suatu virus (immunoglobulin). Melalui penelitian ini juga, Sri menambahkan, riwayat infeksi virus (seroprevalensi) dengue pada rakyat Indonesia juga cukup tinggi. Dari 30 kabupaten di Indonesia, sekitar 95% penduduk berusia 18 tahun sudah pernah terinfeksi dengue.

Infeksi dengue memang umum terjadi, namun tidak semua bisa dikategorikan parah. Terkadang gejalanya memang ringan saja seperti tidak enak badan biasa disertai dengan demam dan tubuh terasa pegal. Biasanya, infeksi dengan gejala seperti ini tidak butuh perawatan dan bisa sembuh sendiri.

Infeksi dengue baru menjadi masalah serius jika gejalanya berat. Sebutannya juga berbeda, seperti demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD). Paling parah adalah DBD, karena bisa mengancam nyawa. Apalagi jika disertai dengan kelainan organ, perdarahan, dan syok. Karena itu DBD perlu penanganan khusus.

Deteksi dini harus jeli

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaporkan tercatat 155.927 kasus dengue per September 2016. Dari keseluruhan, 1.296 kasus berakhir dengan kematian. Kelompok usia yang paling banyak terjangkit adalah usia 15-44 tahun, yaitu 39,04 %. Indonesia sendiri, berdasarkan data WHO, sepanjang 2004-2010, menempati peringkat kedua kasus dengue tertinggi di dunia setelah Brasil.

Seperti kita tahu, dengue tidak ditularkan langsung dari orang ke orang. Penularannya disebarkan oleh nyamuk yang sudah terinfeksi dengue. Tersangka utamanya adalah nyamuk aedes aegypti dari

DBD terkadang sulit dideteksi dini gara-gara gejalanya yang tidak khas.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.