Permintaan Ritel Fashion Masih Tinggi

Jawa Pos - - Ekonomi Bisnis -

SURABAYA – Pasar ritel fashion di tanah air masih cukup terbuka. Karena itu, perusahaan ritel fashion asal Jepang, Uniqlo, berekspansi dengan membuka dua gerai di Surabaya.

Co Chief Operating Officer PT Fast Retailing Indonesia Taku Ozawa menyatakan, setelah empat tahun membuka gerai di Indonesia, sudah saatnya kembali memperluas pasar. Uniqlo sebelumnya telah memiliki sepuluh gerai di Jakarta dan satu gerai di Bandung. ’’Kami memilih Surabaya karena sebagai kota terbesar kedua dan pintu masuk Indonesia Timur,’’ ujarnya di sela kunjungan ke gerai Uniqlo di Tunjungan Plaza 3 kemarin (30/8).

Di tengah kompetisi ritel fashion, pihaknya melihat sudut pandang customer masih menunjukkan adanya demand. Untuk itu, Uniqlo berusaha menjawab kebutuhan konsumen. ’’Kalau tidak bisa menjawab, dampaknya sales bisa turun,’’ ungkapnya.

Selain dua gerai baru, Uniqlo belum bisa memastikan akan ada penambahan gerai baru lainnya. ’’Kami masih diskusi, semoga saja,’’ kataya. Langkah ekspansi ke depan masih memungkinkan. Apalagi kontribusi sales toko di Indonesia, baik terhadap regional ASEAN maupun global, masih rendah. ’’Dibandingkan di Singapura, Malaysia, dan Thailand, pembukaan toko di Indonesia paling belakangan. Makanya, kontribusinya masih kecil,’’ jelasnya.

Uniqlo memiliki variasi produk untuk anak hingga dewasa. Segmen yang dibidik adalah kelas menengah. ’’Selama empat tahun di Indonesia, kami melihat konsumen perempuan sangat peduli pada tren sehingga demand terus tumbuh,’’ katanya. Kondisi itu yang membuat rata-rata pertumbuhan sales Uniqlo di atas industri ritel fashion nasional. Gerai di Tunjungan Plaza 3 akan dibuka mulai 1 September. Uniqlo juga membuka satu gerai di Pakuwon Mall Surabaya pada medio September. (res/c20/sof)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.