ANTUSIASME DON SAMPA

Jawa Pos - - Sportainment -

MONTEVIDEO – Jorge Sampaoli dicomot dari Sevilla musim panas ini dengan satu target: jadi juru selamat Argentina untuk lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Tapi, debut sulit dilakoni Sampaoli seiring berhadapan dengan tuan rumah Uruguay di Estadio Centenario Jumat pagi WIB (1/9).

La Albiceleste saat ini hanya menempati peringkat kelima dengan kualifikasi zona Conmebol menyisakan empat laga. Hanya empat tim teratas zona Conmebol yang berhak lolos langsung ke Rusia. Peringkat kelima harus melakoni playoff antarkonfederasi alias melawan juara zona Oseania. Brasil masih menjadi satusatunya wakil Conmebol yang sudah meraih tiket ke Rusia. ADU TAKTIK: Oscar Tabarez bisa merusak debut pelatih Argentina Jorge Sampaoli dalam matchday ke-15 kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Conmebol di Estadio Centenario.

Argentina dengan 22 poin sejatinya hanya berselisih satu angka dengan Uruguay yang berada di peringkat ketiga. Hal itu tentu me m otivasi Lionel Messi dkk karena tiga lawan berikutnya adalah tim dari lima terbawah di zona Conmebol. Masing-masing Venezuela (6/9), Peru (6/10), dan Ekuador (12/10).

Albiceleste pun diliputi antusiasme tinggi sejak ditangani Don Sampa, julukan Sampaoli. Dua laga unofficial pelatih yang identik dengan kepala plontos itu disapu bersih dan tanpa kebobolan. Masing-masing saat menang 1-0 atas Brasil dan 6-0 kontra Singapura dalam uji coba Juni lalu. ”Ini (melawan Uruguay, Red) seperti laga hidup mati. Sisi positifnya, kami dalam bagus bersama Jorge (Sampaoli),” kata gelandang Argentina Lucas Biglia kepada Ole. Hanya, meski memenangi dua pertemuan terakhir atas Uruguay dengan skor 1-0, Argentina kalah 2-3 dalam lawatan terakhirnya di Centenario empat tahun lalu. Sampaoli juga kalah 0-3 di Centenario sepanjang karirnya atau saat masih menangani Cile di kualifikasi Piala Dunia 2014. Sampaoli dalam sesi konferensi pers kemarin (30/8) menyatakan, Uruguay adalah skuad yang sangat berpengalaman dan matang. Pelatih Los Charruas Oscar Tabarez bahkan sudah menangani Diego Godin dkk sejak 2006. ”Uruguay sangat sulit dikalahkan di kandangnya. Tetapi, tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola,” tuturnya. (dra/c9/dns)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.