Kekuasaan dan Sexual Abuse

Jawa Pos - - Oopini -

DUA minggu ini Hollywood menjadi bahan pembicaraan. Salah seorang produser film kenamaannya, Harvey Weinstein, tertimpa skandal memalukan. Yakni skandal seks. Korbannya tidak tanggung-tanggung. Pun durasi perbuatannya. Selama hampir tiga dekade pendiri Miramax Films dan The Weinstein Company itu melakukan pelecehan dan kekerasan seksual hingga pemerkosaan.

Puluhan aktris menjadi korbannya. Hampir sebagian besar bintang muda yang kini berada di jajaran A- lister. Dimulai dari pengakuan Ashley Judd, menyusul kemudian deretan korbannya memberikan pernyataan. Ada Rose McGowan, Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow, sampai Cara Delevingne.

Itu menunjukkan bahwa aktris-aktris kelas A yang notabene punya daya tawar tinggi dan akses pendidikan yang tinggi pun tak imun kejahatan predator seksual. Pada dasarnya, memang predator seksual berkaitan dengan kekuasaan.

Begitu pula modus yang dipakai Weinstein. Dia memperdaya si aktris, kemudian merayunya, lalu melecehkannya secara seksual.

Para aktris tersebut berada dalam daya tawar yang lemah. Sedangkan Weinstein berada di posisi pihak yang lebih berkuasa. Dia bisa mengganti para pemain dalam film-filmnya yang sebagian berhasil memenangi Oscar itu. Ketakutan itulah yang dieksploitasi Weinstein untuk mengumbar hasrat seksualnya.

Itulah yang seharusnya menjadi bahan edukasi kepada lingkungan dan diri sendiri. Bahwa serangan seksual biasanya dibarengi dengan kekuasaan yang lebih tinggi sehingga korban merasa tidak berdaya dan tak punya pilihan, selain menuruti predator seksual.

Jika sudah tahu modusnya seperti itu, gerakan antipredator seksual tidak sekadar membentengi korban akan apa yang bakal terjadi. Tapi juga mempersiapkan mereka pascaberani melawan. Bagai mana jika kemudian si korban merasa dikucilkan? Bagaimana kemudian si korban jika hakhaknya diambil? Sudah seharusnya ada selter yang mengurusi kepentingan si korban. (*)

DAVID PRASTYO/JAWA POS

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.