Sharia Loyalist Masih Rendah

Jawa Pos - - Ekonomi Bisnis -

MALANG – Pangsa pasar perbankan syariah tercatat masih rendah. Hingga 2016, market share aset perbankan syariah hanya di kisaran 5,37 persen. Tanpa campur tangan regulasi pemerintah, akan sulit bagi perbankan syariah untuk memperbesar market share.

Pakar ekonomi syariah Imron Mawardi menyatakan, kebijakan yang diperlukan untuk mendukung perbankan syariah semestinya bersifat top-down. Contohnya, di Malaysia yang market share perbankan syariahnya bisa mencapai 26 persen.

’’Di Malaysia, nasabah yang ingin membuka rekening kali pertama ditawari syariah. Beda dengan di Indonesia, konvensional dulu yang diutamakan,’’ katanya di sela Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Malang kemarin (12/10). Bila tidak demikian, sulit bagi perbankan syariah di Indonesia untuk meningkatkan market share.

Di samping itu, edukasi dan sosialisasi pada masyarakat harus tetap digencarkan. ’’Persentase sharia loyalist baru 20 persen. Maka, tidak heran kalau market share perbankan syariah rendah,’’ lanjut Imron.

Sementara itu, sebagian besar masyarakat masuk kategori floating, yakni baik konvensional maupun syariah berimbang. Upaya menggenjot perbankan syariah berhasil bila ada peningkatan volume usaha. Nah, dengan peningkatan itu, kinerja bisa lebih efisien. ’’Bandingkan biaya yang diperlukan untuk penyaluran kredit Rp 1 triliun untuk satu nasabah dengan Rp 1 triliun untuk 1.000 nasabah. Nah, itu terjadi di perbankan syariah,’’ paparnya.

Di sisi lain, Asisten Direktur Divisi Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Jatim Andy Indra Prayogo menambahkan, jika dibandingkan dengan capaian pada 2016, terjadi sedikit penurunan persentase market share pada DPK dan aset, serta sedikit meningkat pada sisi pembiayaan.

’’Rendahnya pemahaman masyarakat tentang produk ekonomi syariah berpengaruh. Mayoritas nasabah lembaga keuangan syariah masih berada dalam segmen rational market,’’ jelasnya.

Pada 2016 market share perbankan syariah dari sisi DPK, aset, dan pembiayaan masingmasing mampu mencapai angka 4,73 persen; 5,03 persen; dan 5,46 persen. Kemudian, berdasar data Juni 2017, market share perbankan syariah berdasar DPK, aset, dan pembiayaan perbankan syariah masing-masing 4,55 persen; 4,58 persen; dan 5,51 persen. Lima tahun terakhir aset perbankan syariah tumbuh 70,82 persen dari Rp 16,57 triliun pada 2012 menjadi Rp 28,30 triliun pada 2016 dengan rata-rata pertumbuhan aset secara year-on-year 20,21 persen. (res/c15/sof)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.