Jawa Pos

Harap Korban Lain Melapor

-

SIDOARJO – Unit Reskrim Polsek Prambon berupaya mendalami kasus penipuan dengan modus menyaru sebagai anggota BIN yang belum lama mereka ungkap. Bukan tidak mungkin perkara itu bisa terus berkembang. Baik jumlah tersangka maupun pelapornya.

Kanitreskr­im Polsek Prambon Ipda Dedi Agus Purwanto menyatakan, pihaknya sudah menggali keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Selain pasangan suami istri (pasutri) Edi Sutanto dan Ita Mustafa yang ditetapkan sebagai tersangka, penyidik memeriksa Muawanah sebagai pelapor. Perempuan 37 tahun tersebut merasa dirugikan kedua tersangka. ”Uang Rp 220 juta miliknya raib tanpa kejelasan,” ujarnya kemarin (8/11).

Muawanah memberikan uang itu agar anaknya bisa lolos seleksi menjadi anggota polisi. Warga Wringinano­m, Gresik, tersebut termakan janji palsu yang dilontarka­n para tersangka. ”Untuk menutupi kedoknya sebagai penipu, tersangka pria mengajari anak korban. Jadi, benar-benar dilatih seakan-akan yang bersangkut­an memang kompeten melatih calon polisi,” kata perwira polisi dengan satu balok di pundak tersebut.

Menurut Dedi, dugaan adanya korban lain dari aksi tipu-tipu tersangka cukup besar. Hanya, para korban tidak berani melapor. Mereka khawatir laporan kepada polisi sama saja menutup peluang uang mereka kembali. ”Padahal, untuk benar-benar kembali sudah sangat sulit. Dapat pengganti dari mana tersangka, uang milik korban sudah habis. Jadi, lebih baik melapor agar ada efek jera yang dirasakan pelaku,” paparnya. (edi/c10/ai)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia