Pelajaran dari Iran

Jawa Pos - - Kualifikasi Pd 2018 -

SYDNEY – Australia belum aman. Hasil imbang tanpa gol pada leg pertama di San Pedro Sula, Honduras, pada Sabtu (11/11) justru menjadi ancaman bagi Socceroos, julukan Australia. Sebab, jika Honduras bisa menang atau memaksakan skor imbang 1-1, Australia bakal absen di Piala Dunia 2018.

Begitu kritisnya posisi Australia, Stan Lazaridis pun mengingatkan Socceroos untuk belajar dari kegagalan di babak

playoff kualifikasi Piala Dunia 1998. Saat itu mereka bisa menahan imbang tuan rumah Iran dengan skor 1-1 pada leg pertama. Namun, pada leg kedua Iran bisa memaksakan skor imbang 2-2 sehingga agregat menjadi 3-3. Tetapi, Iran berhak lolos karena unggul gol tandang. ’’Gol tandang yang kami ciptakan di kandang Iran saat itu seperti sebuah harapan palsu,’’ kata La za ridis yang men jadi bagian sku ad Australia kala itu kepada SBS. ’’Selama enam hari (sebelum menjamu Iran di leg kedua), kami merasa sudah lolos dan tampil

lebih baik,’’ imbuh pria 45 tahun tersebut.

Lazaridis tak ingin kegagalan itu terulang pada playoff tahun ini. ’’Sekarang saya merasakan dua hal. Cemas dan optimistis,’’ ujarnya. ’’Apa yang terjadi saat Australia disingkirkan Iran adalah sebuah pelajaran,’’ tambah mantan penggawa West Ham United tersebut.

Bahkan, menurut analisis Lazaridis, Honduras mungkin akan meniru strategi Swedia. ’’Mereka (Honduras) masih kelelahan. Tetapi, mereka bisa membuat kami frustrasi, sebagaimana yang dilakukan Swedia saat menyingkirkan Italia,’’ ungkapnya.

Beruntung, pada leg kedua di Stadium Australia, Sydney, sore nanti, Socceroos bisa menurunkan seluruh amunisi terbaiknya. Seperti diberitakan Sydney Mor

ning Herald kemarin (14/11), gelandang Mark Milligan dan winger MatthewLeckietelahmenuntaskan masa skors. Tim Cahill juga sudah pulih dari cedera engkel.

Pelatih Australia Ange Postecoglou pun menyatakan, 24 jam ke depan akan sangat penting dalam karirnya. Menghadapi tekanan menjelang laga penentuan kelolosan itu, Postecoglou sudah siap.

’’Kami secara konsisten tampil dalam level tertentu. Sering kali hasil memang tidak sesuai yang kami inginkan. Namun, performa kami tidak lantas turun saat melalui tahapan kualifikasi yang panjang ini,’’ tutur Postecoglou.

Saat tampil di kandang Honduras, Australia memainkan sepak bola menjemukan dengan banyak melakukan bola panjang. Itu dilakukan karena kondisi lapangan di San Pedro Sula buruk. Kondisi tanah juga berat.

’’Dengan lapangan di Stadium Australia yang lebih bagus dan rata, Australia bisa tampil seperti yang biasa. Umpan pendek cepat dan mengontrol permainan,’’ tulis The Guardian.

Di sisi lain, kepada Fox Sports kemarin, pelatih Honduras Jose Luis Pinto menuturkan bahwa timnya tengah dalam kondisi baik. Meski terbang 22 jam dan baru tiba di Sydney pada Senin (13/11), mereka siap bertarung versus tuan rumah.

Seperti Australia, dua pemain penting Honduras yang absen di pertemuan pertama sudah bisa tampil setelah melakoni hukuman akumulasi kartu. Yakni, bek sekaligus kapten Maynor Figueroa dan winger Alberth Elis. ’’Tim 100 persen sudah bersiap buat pertandingan ini. Kami merasa fisik dan mental tim kami sudah mumpuni bahkan untuk tampil 120 menit,” ucap Pinto. (dra/c20/bas)

TUNTASKAN: Bomber Australia Tomi Juric (kiri) berebut bola dengan gelandang Honduras Alfredo Mejia pada laga leg pertama lalu (11/11).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.