Hapus Sawah di Lima Kecamatan

Pemkab Terus Godok Perubahan RTRW

Jawa Pos - - Sidoarjo -

SIDOARJO – Lahan pertanian dan tambak di Kota Delta akan semakin sempit. Perubahan tersebut terjadi bila peninjauan kembali ( PK) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sidoarjo yang diajukan pemkab disetujui. Usulan tersebut dimatangkan dalam rapat koordinasi tata ruang Kabupaten Sidoarjo 2017 di Pendapa Delta Wibawa kemarin (20/11).

Ada empat narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan itu. Di antaranya, Haryo Sulistyarso dan Putu Rudi Setiawan. Keduanya adalah dosen penataan wilayah kota (PWK) di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Yang lain adalah konsultan dari CV Ditri Ibnu Sasongko selaku pemenang lelang perubahan RTRW. Terakhir, Zikky Ardiansyah dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Ibnu Sasongko menjelaskan, perkembangan Jatim saat ini bertumpu pada Surabaya. Kota Pahlawan merupakan pusat perdagangan dan jasa. ’’Wilayah sekitarnya menjadi kawasan permukiman dan industri,’’ tuturnya.

Dalam konteks ini, Sidoarjo menjadi daerah yang sangat strategis. Banyak pembangunan nasional yang bertumpu dan melintas di wilayah kabupaten yang luasnya hanya 72 ribu meter persegi tersebut. Misalnya, pengembangan Bandara Juanda dan proyek double track kereta api.

Perkembangan itu menuntut perubahan sebagian fungsi wilayah Sidoarjo yang selama ini menjadi salah satu daerah penghasil beras di Jatim. Ke depan, Sidoarjo mau tidak mau menjadi kawasan industri, permukiman, dan jasa.

Sejauh ini, lanjut Ibnu, sejumlah kawasan industri sudah terbentuk. Mulai wilayah Taman, Balongbendo, Tanggulangin, Waru, hingga Tarik. Sektor tambak tumbuh subur di Sedati, Sidoarjo, Candi, dan Jabon. Sementara itu, aktivitas jasa berkembang di kawasan Sidoarjo atau tengah kota dan Candi.

Meski begitu, saat ini masih ada kawasan pertanian yang bertahan. Misalnya, di wilayah Prambon dan Krembung. Ada juga yang tersebar di kecamatan lain. Totalnya mencapai 12 ribu hektare. ’’Nanti lahan pertanian dikurangi,’’ jelas Ibnu.

Menurut Ibnu, lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) akan dikurangi. Dari 12 ribu hektare menjadi 7 ribu hektare. Sawah yang diubah fungsinya itu bukan yang berada di kawasan Krembung dan Prambon.

’’Sebagian Sukodono, Tulangan, Krembung akan dipertahankan,’’ tegasnya. Hanya lima kecamatan yang area persawahannya benarbenar dihilangkan. ’’Candi, Buduran, Sidoarjo, Taman, dan Krian akan dinolkan,’’ ujarnya.

Putu Rudi Setiawan memberikan paparan dari aspek sistem transportasi. Menurut dia, Sidoarjo memiliki peran nasional. Sejumlah ruas jalan nasional berada di kabupaten yang berlogo udang dan bandeng tersebut. Misalnya, jalan tol Porong–Gempol dan Mojokerto–Surabaya. Sidoarjo juga akan membangun jalan lingkar luar timur ( JLLT). Lokasinya dari Sedati menuju Jabon. ’’Perkembangan itu menuntut perubahan RTRW,’’ jelasnya.

Haryo Sulistyarso menambahkan, perubahan RTRW juga sejalan dengan pembangunan Terminal 3 Bandara Juanda. ’’Bandara Juanda sudah overload. Butuh bandara baru,’’ tuturnya. (aph/c7/pri)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.