Danish Sulit Makan, Afif Membaik

Tunggu Kepastian Jaminan Pendidikan

Jawa Pos - - Gresik -

GRESIK – Luka di kaki Naufal Afif dan Muhammad Danish setelah diamputasi kian membaik. Namun, kepastian jaminan pendidikan dua anak itu belum jelas. Keluarga menyerahkan semua proses hukum kepada pihak berwajib.

Dua bocah malang yang kehilangan kaki kanan akibat dilindas truk kontainer tersebut menjalani rawat jalan sejak dipulangkan dari rumah sakit Selasa (14/11). Kemarin (20/11) keduanya menjalani kontrol di RSUD Ibnu Sina.

Afif terlihat begitu ceria saat ditemui di rumahnya di Jalan Sindujoyo Gang X-E1. Bocah 4,5 tahun itu asyik bercanda dengan Naqiyah, ibunya. ’’ Sopire wis dicekel tah (apa sopirnya sudah ditangkap),’’ tanya Afif kepada Naqiyah, lantas tersenyum.

Agus Samsuri, ayah Afif, mengatakan bahwa putranya sudah bisa tersenyum selama di rumah. Dia berterima kasih kepada se- mua pihak yang sudah bersimpati. ’’Sekarang kondisinya juga semakin baik,’’ ujarnya.

Terkait proses hukum sopir kontainer, Agus menyerahkannya kepada pihak berwajib. Yang jelas, dia berharap pihak perusahaan bertanggung jawab atas masa depan buah hatinya. ’’Awalnya tidak sempat kepikiran (pendidikan Afif, Red). Yang penting, anak saya sembuh dulu. Tapi, setelah sadar, saya begitu sedih memikirkan masa depan Afif,’’ tutur lelaki yang bekerja sebagai nelayan itu.

Di sisi lain, kondisi Danish juga lebih baik setelah pulang dari rumah sakit. Namun, bungsu dari tiga bersaudara tersebut masih sulit makan. Dia sering menangis. ’’Sementara minum susu kalau tidak mau makan,’’ ucap Abdul Rohim, ayah Danish.

Lelaki yang juga nelayan itu mengatakan, dirinya tidak melaut sejak kaki Danish diamputasi. Dia tidak tega meninggalkan buah hatinya sendirian. Meski ada saudara yang merawat, Danish selalu mencari ayahnya. Ibunya meninggal ketika bocah malang tersebut masih berusia lima bulan.

Sementara itu, anggota LSM Gencar (Gresik Children Rescue) Umi Khulsum memastikan bahwa pihaknya akan terus mendampingi keluarga Afif dan Danish. ’’Sudah ada dua pengacara yang siap membantu,’’ jelasnya.

Umi menuturkan, pihaknya akan mengupayakan jaminan pendidikan Danish dan Afif. Jika pihak perusahaan tidak bersedia memberikan jaminan, pihaknya berencana mengajukan gugatan perdata. ’’Ada dasar hukumnya. Tapi, setelah proses pidana sopir truk selesai tentunya,’’ ucapnya.

Menurut Umi, Afif dan Danish berhak atas jaminan pendidikan. Sebab, masa depan keduanya masih panjang. Karena itu, pihaknya berharap perusahaan pemilik truk kontainer yang telah menggilas kaki Afif dan Danish bisa membantu. (adi/c15/dio)

ADI WIJAYA/JAWA POS

WAKTU PEMULIHAN: Umi Khulsum (kiri) mengunjungi Naufal Afif di rumahnya di Jalan Sindujoyo Gang X-E1, Kelurahan Lumpur, kemarin.

ADI WIJAYA/JAWA POS

TIDAK MELAUT: Abdul Rohim mendampingi Danish di tempat tinggalnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.