Tidur Bergelantungan di Sel Tahanan

Jawa Pos - - FRONT PAGE -

TANJUNG REDEB – Dari segi jumlah total penghuni, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II-B Tanjung Redeb, Berau, memang diklaim belum melampaui kapasitas. Sebab, ”baru” mencapai 768 orang yang dikurung di sana.

”Mengalami kelebihan apabila telah mencapai 900 tahanan,” kata Kepala Rutan Kelas II-B Tanjung Redeb Agus Dwirijanto kepada Berau Post (Jawa Pos Group).

Tapi, itu tak lantas berarti kondisi bui di kabupaten yang terletak di Kalimantan Timur tersebut bisa disebut ideal. Seperti tampak dalam foto yang dilansir Berau Post kemarin (14/2), para narapidana dalam satu sel bahkan harus tidur bergelantungan menggunakan sarung

Mirip kepompong. Sebab, di bawah sudah terlalu berjejalan.

Agus juga mengakui, untuk mengurangi beban kapasitas, ada penghuni rutan yang dipindahkan atau didistribusikan ke Samarinda atau Bontang. Selain itu, Rutan Tanjung Redeb meno- lak titipan narapidana dari daerah lain. Terutama yang berasal dari provinsi tetangga, Kalimantan Utara. ”Saya tolak semua, seperti dari Bulungan saya tolak. Dari sini saja kurang, apalagi jika ditambah,” katanya.

Total penghuni Rutan Tanjung Redeb saat ini mencapai 768 orang. Perinciannya, 690 pria, 74 perempuan, dan 4 anak-anak.

Dari jumlah keseluruhan itu, 60 persen di antaranya dibui di sana karena kasus narkoba.

”Kami baru saja mendapat tambahan pada Jumat (9/2) dan Sabtu lalu (10/2) sebanyak 12 orang dari Polres Berau. Semuanya karena kasus narkoba,” ujar Agus.

AGUS/BERAU POST/JPG

BAK KEPOMPONG: Salah satu sel Rutan Kelas II-B Tanjung Redeb yang dipenuhi sarung bergelantungan untuk tempat tidur para narapidana kemarin (14/2).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.