Pekerja Keras Selalu Hoki

Jawa Pos - - EKONOMI BISNIS -

Dalam zodiak Tionghoa, Tahun Baru Imlek 2569 adalah Anjing Tanah. Selama ini ada kepercayaan, ada shio yang berlimpah hoki (keberuntungan) di Tahun Anjing Tanah dan ada yang sebaliknya. Bagaimana kalangan pengusaha muda menyikapi mitos itu? Di rubrik Fresh terungkap, sebagian pengusaha percaya, sebagian lagi memilih bekerja lebih keras agar lebih hoki.

BAGI model dan presenter Patricia Gouw, 27, Imlek identik dengan warna-warna terang. Runner-up Asia’s Next Top Model musim keempat itu paling heboh menentukan dress code untuk keluarga.

’’Tahun lalu warna merah, dua tahun lalu pink,’’ ucap perempuan kelahiran Jakarta, 14 Juli 1990, tersebut.

Imlek kali ini, rencananya, dia pakai cheongsam. Yang sedang disiapkan adalah warna merahbiru. ’’Yang penting warna cerah. Nggak boleh hitam,’’ kata bungsu tiga bersaudara itu.

Di keluarga Patricia ada tradisi perayaan Imlek yang terus dijalankan. Yaitu, menyeduh teh untuk diberikan kepada orang tua. ’’Juga nenek. Nenek tinggal di rumah kami. Kalau kakek, sudah almarhum,’’ ungkapnya. Tradisi menyeduh dan memberikan teh saat Imlek itu memiliki makna bentuk permintaan maaf dari yang lebih muda kepada orang tua.

Pada hari Imlek, Patricia bangun pagi-pagi sekali. Sebab, rezeki harus dijemput pagi-pagi. ’’Udah mandi, wangi, baru seduh teh,’’ kata perempuan yang juga penyiar radio serta presenter program infotainment di televisi tersebut.

Setelah itu sesi pemberian angpao. Karena belum menikah, Patricia juga masih mendapat angpao. Saat pemberian angpao tersebut, doa-doa juga disematkan. Rezeki lancar, jodoh juga lancar. Tahun ini cepat bertemu jodoh dan langsung menikah. ’’Sudah dari dulu-dulu saya didoain gitu,’’ ujar Patricia dengan ekspresi jenaka.

Sedangkan bagi Kesia Gunawan, 21,dekorasi rumah serbamerah adalah suasana yang paling dirindukan saat Imlek. ’’Itu adalah hari di mana aku bisa bertemu dengan semua keluarga besar,’’ ungkap juara Koko-Cici Indonesia 2016 itu di Jakarta, Selasa (13/2).

Bagi Kesia, Imlek itu seru. Meskipun ada tradisi pergi ke kelenteng saat pagi untuk menghormati leluhur, Kesia justru lebih terkesan dengan acara keliling Jakarta mengunjungi sanak saudara. ’’Biasanya keluarga aku keliling ke rumah saudara, ama, maupun akong. Berhubung rumahnya tersebar di Jakarta, jadi udah kayak keliling Jakarta,’’ kenang a l u m n u s j u r u s a n m u s i k Universitas Pelita Harapan (UPH) yang tampil sebagai pianis di charity concert untuk Asmat di Goethe Haus, Jakarta, akhir Februari ini.

Perayaan Imlek juga menjadi momen berharga yang ditunggutunggu Stefanie Wijaya, 18, yang terlahir sebagai anak tunggal. Sejak kecil, penyanyi dan pemain opera Tiongkok di Xin Zhong Youth Singer Surabaya tersebut dididik di lingkungan yang menjunjung tinggi kebudayaan.

Memasang sepasang kalimat indah (dui lian) adalah salah satu bentuk penyambutan Imlek di keluarga Stefanie. Isinya bisa berupa puisi, kata mutiara, atau doa.

Namun, bagi Stefanie, momen paling ditunggu justru sudah terjadi H-3 Imlek.’’Sebab, sanak keluarga mulai berkumpul. Kebetulan, teman-teman sesama seniman Tionghoa juga hadir,’’ ungkap Stefanie yang aktif mengikuti berbagai lomba kesenian adat Tionghoa dengan mata berbinar.

’’Kalau semua sudah kumpul, kegiatannya gong xi-gong xi (saling mengucapkan selamat tahun baru), lalu makan,’’ ungkap Stefanie yang sedang berjuang melanjutkan studi di Zhejiang Conservatory of Music, Tiongkok. Kegembiraan menyambut Tahun Baru Imlek juga dirasakan Sabrina Bensawan, 19. Founder komunitas sosial Saab Shares itu paling excited mendekorasi rumah dengan ornamenornamen khas Imlek bersama sang adik, Elena Bensawan, 17.

Sekitar satu pekan sebelum Imlek, mereka berdua sudah sibuk dengan bersih-bersih rumah, memasang pernak-pernik Imlek, hingga menyiapkan sajian khas Imlek.

Nuansa merah dan gold tampak mendominasi kediaman mereka di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Warna gold merupakan simbol kemakmuran, warna merah membawa hoki.’ ’Proses dari hunting pernak-pernik sampai menatanya itu yang seru,’’ ujar Sabrina saat dijumpai di rumahnya Selasa pagi (13/2).

Lantas, apa yang paling ditunggu di Imlek? ’’Makanannya,’’ sahut mereka kompak. Sabrina menceritakan, tradisi keluarganya, pada malam menjelang Imlek, selalu makan malam bersama dengan makanan wajib seperti yu sheng (seperti salad, isinya antara lain sayur dan ikan).

Caranya, yu sheng diaduk bersama-sama oleh semua anggota keluarga dengan menggunakan sumpit. Lalu diangkat tinggi-tinggi sembari mengucapkan permohonan. ’’Maknanya, menjalani kehidupan tidak bisa sendiri, harus bersamasama untuk mendapatkan rezeki yang membubung tinggi,’’ jelasnya.

MUHAMAD ALI/JAWA POS

KELILING KOTA: Cici Indonesia 2016 Kesia Gunawan, 21, selalu merindukan nuansa merah Imlek.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.