Masyarakat Miskin Gratis Pasang Listrik

Menteri ESDM Usul Subsidi Khusus

Jawa Pos - - EKONOMI BISNIS -

JAKARTA – Tingginya biaya sambungan listrik menjadi kendala bagi masyarakat tidak mampu. Pemerintah mencatat, hingga saat ini, ada 2,4–2,5 juta warga miskin yang belum teraliri listrik di seluruh wilayah Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan, pihaknya telah meminta subsidi khusus untuk sambungan listrik gratis bagi masyarakat tidak mampu. Besarannya Rp 1 triliun hingga Rp 1,5 triliun. Upaya itu terkait dengan target elektrifikasi.

’’Kalau tidak, target rasio elektrifikasi pemerintah tidak tercapai. PLN 96,6 persen (elektrifikasi), padahal RPJMN (rencana pembangunan jangka menengah nasional) semestinya 97,5 persen pada akhir 2019,’’ katanya di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kemarin (7/8).

Kementerian ESDM menargetkan elektrifikasi 97,5 persen tersebut bisa terealisasi tahun ini. Kemudian, tahun depan target elektrifikasi harus tercapai 100 persen. Tidak ada satu pun provinsi yang masyarakatnya belum dialiri listrik. ’’Semua nanti dicarikan anggaran dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara),’’ tegasnya.

Dia memerinci, di Jawa Timur masih ada sekitar 500 ribu rumah tangga yang belum terlistriki. Di Jawa Tengah, jumlahnya sekitar 200 ribu rumah tangga. Di Jawa Barat, ada 334.260 rumah tangga yang belum menikmati listrik. Karena itu, pihaknya berencana mengusulkan subsidi sambungan tersebut pada APBN 2019.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidi menyebutkan, biaya yang dibutuhkan untuk instalasi listrik baru golongan 450 VA mencapai Rp 900 ribu hingga Rp 1,1 juta. Jadi, pemerintah harus mengeluarkan dana Rp 2,5 triliun–Rp 3 triliun untuk memberikan subsidi sambungan listrik. Angka itu relatif minim jika dibandingkan dengan proyeksi subsidi listrik tahun ini Rp 59,99 triliun. Dalam RAPBN 2019, subsidi listrik dianggarkan Rp 53,9 triliun– Rp 58,9 triliun.

’’Biaya sambungan ke PLN Rp 420 ribu. Ada juga Rp 420 ribu untuk instalasi Konsuil, itu untuk pengecekan. Jadi, instalasi yang dipasang harus dicek biar aman. Ada token yang awalnya harus diisi,’’ jelasnya.

Tarif listrik per bulan yang dibebankan kepada pelanggan golongan 450 VA hanya sekitar Rp 22 ribu atau Rp 420 per kWh. Saat ini rata-rata harga jual listrik ke masyarakat Rp 1.300 per kWh. RTM (rumah tangga miskin) hanya membayar 30 persen. Sisanya, 70 persen atau Rp 880 per kWh, disubsidi pemerintah.

Hingga akhir Juli 2018, total sambungan listrik baru untuk golongan 450 VA sebanyak 1,2 juta pelanggan. Hingga akhir 2018, PLN menargetkan terdapat 1,5 juta sambungan listrik untuk golongan 450 VA. ’’Rata-rata PLN menyambung total 3,5 juta pelanggan baru setiap tahun,’’ ujarnya. Total pelanggan 450 VA PLN saat ini mencapai 23 juta pelanggan.

Sebenarnya 35 BUMN telah bersinergi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Jawa Barat bagian selatan dan Banten. Program itu ditargetkan mampu menembus hingga 103 ribu rumah tangga.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.