Pastikan Berkomitmen Menyayangi

Jawa Pos - - STORY -

ATURAN UNTUK KUCING Siap Diadopsi bila...

Usia 4–5 bulan setelah vaksin kedua. (Vaksin pertama dilakukan pada usia 2–3 bulan).

Kondisinya sehat.

Hindari mengadopsi anak kucing yang masih bayi.

Sebab, ia masih menyusu kepada induknya.

Usia hidup kucing bisa mencapai 15 tahun.

MEMILIKI hewan peliharaan merupakan komitmen. Tak hanya memastikan makanannya tercukupi, tetapi juga memberi kasih sayang. Sebelum melepas kucing-kucing kepada pengadopsi, Pencinta Kucing Domestik Indonesia (PKDI) Malang dan Prabu Cattery memberikan syarat khusus.

Terlebih, kucing domestik alias kucing kampung. PKDI Malang berusaha mengangkat pesona kucing kampung dengan program adopsi dan penampungan.

Ketua Divisi Adopsi dan Foster PKDI Malang Deasy Alrisa menjelaskan, penyelamatan kucing gencar dilakukan. Sasarannya, lokasi umum seperti pasar dan tempat pembuangan sampah. ”Kami bawa ke dokter hewan untuk medikasi. Pokoknya, sampai kondisinya sehat dan gizi baik. Baru dicarikan adopter,” ucapnya. Kucingkucing tersebut ditampung sementara di rumah para anggota PKDI Malang.

Calon pemilik baru diprioritaskan berada satu kota dan tidak memiliki alergi. Selain

adopt, don’t shop.

adopt, don’t buy. itu, mereka wajib mengisi formulir dan bersedia diwawancarai. Perempuan kelahiran 2 Desember 1990 itu menjelaskan, pengadopsi harus punya komitmen untuk merawat kucing. Setelah resmi jadi pemilik, mereka bakal dikenai ”wajib lapor” ke PKDI Malang.

Mita Suri, founder Prabu Cattery, merawat tiga puluhan kucing persia dan exotic seperti layaknya anggota keluarga. ”Bagaimana kita merawatnya, itu akan berpengaruh terhadap pet shop. runner-up nemuin pitbull kennel karakter hewan peliharaan,” papar perempuan yang juga memelihara kelinci, hamster, dan guinea pig itu.

Memelihara hewan tidak sekadar meletakkannya dalam kandang, lalu memberinya makan dan minum. Tetapi, juga mengasihinya, berinteraksi selayaknya anggota keluarga.

Setiap kucing persia dan exotic di Prabu Cattery memiliki sertifikat untuk merekam silsilah dan agar ras murninya terjaga.

SAC akan merespons dengan melakukan survei ke rumah calon adopter. Mereka akan melihat kondisi rumah. Luasnya cukup, tidak kontrak, tidak kos, dan lingkungan sekitar harus welcome. Selain Surabaya, SAC menerima adopter di wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto.

Adopter diajak ke selter untuk berinteraksi dengan anjing yang akan diadopsi. Kalau interaksinya baik, anjing boleh dibawa pulang untuk masa percobaan selama 2–4 minggu.

Jika selama masa percobaan anjing bisa beradaptasi dengan baik dan tak ada masalah, adopter bisa mengisi dan menandatangani formulir adopsi. Serta mengganti biaya vaksin Rp 400 ribu. Kalau masa percobaan gagal, anjing akan ditarik kembali.

Semua anjing di SAC sudah dikebiri. Tapi, jika adopter mengadopsi saat masih usia anak-anak, anjing wajib dikebiri ketika sudah berusia setahun. Tujuannya mencegah populasi anjing membeludak dan banyak anjing telantar. Pada adopter yang tak bersedia, SAC akan menarik anjing.

Adopter wajib berkomitmen untuk merawat anjing tersebut sampai mati. Tidak diizinkan menyerahkannya kepada orang lain. Jika tak punya dokter hewan langganan, SAC akan memberi rekomendasi.

GALIH COKRO/JAWA POS

SIAP DISAYANGI: Humas Surabaya Animal Care (SAC) Community Ruth Shebaria Butarbutar memeluk Fano, anjing yang tinggal di selter SAC.

PRABU CATTERY FOR JAWA POS

TERHUBUNG: Founder Prabu Cattery Mita Suri (tengah) bersama adopter bertemu dalam sebuah event.

PRABU CATTERY FOR JAWA POS

JAGA SILSILAH: Salah satu kucing persia yang dirawat di Prabu Cattery. Kemurnian ras dipastikan dengan sertifikat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.