The Blues Yang Paling Sering

Jawa Pos - - SPORTAINMENT -

CHELSEA sepertinya tidak kapok melakukan perekrutan pemain mepet-mepet alias panic buying. Musim panas tahun lalu, misalnya. Chelsea menebus mahal, GBP 35 juta (Rp 653,8 miliar), gelandang Danny Drinkwater dari Leicester City. The Blues juga mendatangkan bek kanan Torino Davide Zappacosta dengan GBP 23 juta (Rp 429,7 miliar).

D r i n k w a ter dipilih C h el se a setelah T i em o u e Bakayoko yang baru didatangkan dari AS M o n aco mengalami cedera. Ditambah N e manja Mati c yang dilepas ke Manchester Unit e d. Sementara itu, Zappacostadiproyeksi kan untuk bersaingdengan

Victor Moses untuk posisi wingback kanan.

Konsekuensi mendatangkan pemain pada last minute adalah sulit beradaptasi dengan tim. Hal itu dialami Drinkwater dan Zappacosta. Drinkwater malah datang dalam recovery setelah cedera paha. Bahkan, gelandang 28 tahun itu kemudian sakit-sakitan. Drinky, sapaan akrab Danny Drinkwater, baru melakoni debut tiga bulan setelah jadi pemain Chelsea. Tidak heran apabila Drinky kini kembali dikaitkan dengan deadline transfer. Chelsea berniat melegonya ke West Ham United.

Zappacosta masih mendingan. Bek 26 tahun Italia tersebut turun dalam 22 laga Premier League meski separo di antaranya berstatus pengganti. Bukan hanya Drinkwater dan Zappacosta, pada musim panas tahun lalu, Chelsea sejatinya meraih kesepakatan transfer dengan Arsenal untuk gelandang/winger Alex OxladeChamberlain.

Tapi, Chambo justru berpaling ke Liverpool di saat-saat akhir. The Blues juga ditolak Ross Barkley meski gelandang serang 24 tahun itu akhirnya mau bergabung pada Januari lalu.

CHELSEA/TWITTER

SULIT BERSAING: Danny Drinkwater ingin dilego Chelsea ke West Ham pada hari terakhir bursa transfer.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.