Muhasabah diri, lupakan sengketa demi kesatuan ummah

Utusan Borneo (Sabah) - - Tempatan - Oleh YUSOP TEPPO

SANDAKAN: Umat Islam diajak bermuhasabah diri sempena bulan Ramadan ini dengan melupakan persengketaan dan perselisihan faham demi kesatuan ummah, ukhuwah dan kemakmuran.

Pegawai Dakwah Yadim Zon Sabah Ustaz Haji Rafaeh Haji Enarji berkata Ramadan adalah bulan yang signifkan dengan nilai-nilai kebaikan.

“Malah, Allah mendidik kita melalui ibadah puasa agar selalu mengawal diri, mengawal nafsu daripada melakukan perkara yang boleh merosakkan nilai dan pahala puasa kita.

“Antaranya, persengketaan dan perbalahan. Allah melarang kita bersengketa dan bermusuhan sesama sendiri, lewat puasa kita belajar memaafkan saudara kita, lewat puasa kita juga berani untuk meminta maaf. Perbalahan dan persengketaan hanya akan melemahkan kita, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al-Anfal, ayat 46,” katanya.

Rafaeh berkata kehadiran Ramadan juga begitu besar kesannya kepada seluruh umat, tarbiyah demi tarbiyah ada di dalamnya.

Jelasnya takrif menahan diri, tidak hanya sekadar menahan diri dari melakukan perkara yang merosak dan membatalkannya, akan tetapi menahan juga membawa erti mengawal, mengendali dan mengatur diri dan kalbu agar selalu waspada, hati-hati dan teliti dalam menjalani kehidupan sebagai hamba Allah.

“Puasa juga mendidik kita untuk memenangkan Allah dari memenangkan diri sendiri. Apakah cukup kita sekadar taat berpuasa, namun pada sisi yang lain perintah Allah untuk menjaga hubungan sesama manusia kita abaikan.

“Demikian Allah mewajibkan puasa agar kita sentiasa melihat dan merenung keagungan dan kekuasaan Allah di samping kita merenung kekerdilan kita sebagai hambaNya,” katanya.

RAFEAH

Newspapers in Malay

Newspapers from Malaysia

© PressReader. All rights reserved.